Kabar Pusri

Berita Media Masa

Cari tahu informasi terbaru mengenai Pusri dari sorotan media.

news-1

23 October 2025

PUSRI DUKUNG PENUH KEBIJAKAN PENURUNAN HARGA PUPUK BERSUBSIDI

Bisnis.com, PALEMBANG - Sebagai bentuk komitmen terhadap petani Indonesia, PT Pusri Palembang yang merupakan anggota holding dari PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung penuh kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian terkait penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang resmi berlaku mulai hari Rabu (22/10) di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat menjabarkan capaian kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sektor pertanian, bertempat di kantor Kementan, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Amran menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan pelaksanaan langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ketersediaan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani. Langkah strategis ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 mengenai Jenis, Harga Eceran Tertinggi, dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.

Direktur Utama PT Pusri Palembang, Maryono, menyatakan bahwa Pusri siap menjalankan kebijakan tersebut dengan memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tetap berjalan optimal di seluruh wilayah tanggung jawab perusahaan.

“Penurunan harga pupuk bersubsidi ini merupakan langkah nyata keberpihakan negara kepada petani. Pusri berkomitmen penuh mendukung kebijakan pemerintah dengan memastikan distribusi pupuk tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh petani,” ujar Maryono.

Maryono menambahkan bahwa kebijakan penurunan harga ini dapat terlaksana berkat efisiensi industri pupuk nasional dan perbaikan tata kelola distribusi yang dijalankan bersama holding Pupuk Indonesia, tanpa penambahan anggaran subsidi dari APBN.

“Pusri terus memperkuat digitalisasi sistem distribusi, memperpendek rantai pasok, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan distributor agar pupuk bersubsidi tersalurkan dengan baik. Efisiensi dan sinergi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Adapun jenis pupuk yang mengalami penurunan harga, sebagaimana diumumkan oleh Kementan, meliputi:

  • Urea dari 250 menjadi Rp1.800 per kilogram
  • NPK dari 300 menjadi Rp1.840 per kilogram
  • NPK Kakao dari 300 menjadi Rp2.640 per kilogram
  • ZA khusus tebu dari 700 menjadi Rp1.360 per kilogram
  • Pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram

Maryono menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya meringankan beban biaya petani, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan produktivitas pertanian nasional.

“Kami percaya kebijakan ini akan menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pusri berkomitmen untuk terus hadir di tengah petani melalui penyediaan pupuk berkualitas dan layanan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani,” jelas Maryono.

Pusri juga mendukung penegakan hukum yang tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan pupuk bersubsidi, sejalan dengan arahan Presiden dan kebijakan pemerintah untuk memastikan pupuk benar-benar diterima oleh petani yang berhak.

 

Sumber : https://sumatra.bisnis.com/read/20251023/533/1922948/pusri-dukung-penuh-kebijakan-penurunan-harga-pupuk-bersubsidi

Baca Selengkapnya
news-1

16 October 2025

WAGUB SUMSEL H. CIK UJANG TERIMA SILATURAHMI DIREKSI PT PUSRI PALEMBANG

Wakil Gubernur Sumatera Selatan menerima kunjungan silaturahmi Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang beserta jajaran di Ruang Tamu Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (16/10/2025).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan PT Pusri dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya sektor industri dan ketahanan pangan. turut hadir Para Ka. Opd Prov Sumsel

 

Sumber : https://sumselprov.go.id/detail/berita/wagub-sumsel-h-cik-ujang-terima-silaturahmi-direksi-pt-pusri-palembang/baru

Baca Selengkapnya
news-1

10 October 2025

PT PUSRI PALEMBANG PERKETAT PENGAWASAN DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI SESUAI HET

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – PT Pusri Palembang, sebagai produsen pupuk pertama di Indonesia dan anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), terus meningkatkan pengawasan dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.

 

Ini dilakukan sesuai dengan kebijakan pemerintah, termasuk dalam penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di titik serah resmi.

 

Rustam Effendi, VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, menjelaskan bahwa HET adalah harga resmi yang ditetapkan untuk pupuk bersubsidi.

 

Harga ini berlaku bagi petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan terdaftar dalam sistem E-RDKK.

 

Penyaluran pupuk ini dapat dilakukan di berbagai Titik Serah Resmi seperti kios pengecer, gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok budidaya ikan (pokdakan), dan koperasi yang telah ditunjuk.

 

Rustam menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan bahwa segala proses penyaluran mengikuti prinsip tujuh Tepat.

 

Prinsip ini meliputi Tepat Jenis, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Tempat, Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Sasaran Penerima.

 

“Kami memastikan bahwa seluruh penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan tersebut,” ungkap Rustam.

 

Pentingnya HET dalam penyaluran pupuk bersubsidi tidak bisa dianggap remeh. Sesuai regulasi yang ada, HET untuk pupuk Urea ditetapkan sebesar Rp 2.250 per kilogram sementara untuk NPK bersubsidi sebesar Rp 2.300 per kilogram.

 

Stok saat ini di gudang lini III seluruh rayon Pusri mencatat ketersediaan sebanyak 95.719 ton untuk urea dan 47.257 ton untuk NPK yang dipastikan mencukupi kebutuhan petani selama musim tanam.

 

Langkah preventif lainnya yang dilakukan oleh Pusri bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) adalah dengan mengedukasi para penerima pupuk bersubsidi melalui sosialisasi berkala serta menerbitkan surat edaran kepada seluruh PPTS.

 

Selain itu perusahaan juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah aparat penegak hukum dan masyarakat guna mengawasi jalannya distribusi pupuk subsidi ini.

 

“Kami tidak akan ragu untuk memberikan sanksi kepada PPTS yang terbukti melanggar ketentuan HET,” tegas Rustam.

 

Ia menambahkan bahwa pengawasan dan transparansi dalam penyaluran menjadi kunci utama agar manfaat pupuk bersubsidi benar-benar dirasakan oleh petani yang berhak menerimanya.

 

Rustam juga menyoroti pentingnya langkah-langkah ini sebagai bagian dari upaya Pusri dan Pupuk Indonesia Grup dalam mendukung ketahanan serta kemandirian pangan nasional.

 

Hal ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

 

“Pupuk bersubsidi bukan sekadar bantuan bagi petani, melainkan instrumen strategis untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional,” tuturnya.

 

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa upaya PT Pusri Palembang tidak hanya terfokus pada produksi tetapi juga pada aspek distribusi yang tepat sasaran. Ini menunjukkan betapa pentingnya peranan mereka dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia.

 

Untuk memastikan upaya edukasi dan pencegahan pelanggaran berjalan efektif PT Pusri juga melakukan beberapa inisiatif tambahan seperti meningkatkan frekuensi koordinasi lapangan dengan pihak terkait guna memantau langsung proses distribusi di lapangan.

 

Rustam menambahkan bahwa salah satu tantangan utama adalah memastikan setiap pihak yang terlibat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menjaga ketertiban distribusi.

 

Masyarakat pun diajak berperan aktif dalam pengawasan ini karena keterlibatan publik dapat meningkatkan akuntabilitas semua pihak yang terlibat sehingga potensi penyimpangan bisa diminimalisir sejak dini.

 

“Kolaborasi antara perusahaan pemerintah dan masyarakat sangat penting agar tujuan dari pemberian subsidi pupuk ini bisa tercapai,” jelas Rustam lebih lanjut.

 

Melihat kondisi stok saat ini serta sistem distribusi yang semakin baik harapan besar tentunya berada pada peningkatan hasil pertanian nasional ke depannya.

 

Dengan strategi pengawasan terpadu serta sinergi berbagai pihak PT Pusri Palembang optimis mampu memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di tanah air.

 

Dalam konteks yang lebih luas langkah-langkah konkret dari PT Pusri Palembang ini merupakan contoh nyata bagaimana sebuah perusahaan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional. (*/dda)

Baca Selengkapnya
news-1

09 October 2025

PUSRI TEGASKAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI SESUAI HET DAN REGULASI PEMERINTAH

AKURAT. CO SUMSEL - Anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pusri Palembang dengan tegas berkomitmen akan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada para petani yang terdaftar sesuai ketentuan pemerintah.

 

Termasuk dalam penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di titik resmi.

 

VP Komunikasi & Administrasi Pusri, Rustam Effendi menjelaskan, HET merupakan resmi pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah bagi petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan terdaftar dalam E-RDKK.

 

Pupuk bersubsidi tersebut dapat di tebus di Titik Serah (PPTS), seperti kios, pengecer, gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok budidaya ikan (pokdadan) dan koperasi-koperasi yang ditunjuk.

 

“Kami memastikan bahwa seluruh penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai prinsip 7 Tepat, yaitu Tepat Jenis, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Tempat, Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Sasaran Penerima. Pupuk bersubsidi hanya dapat ditebus di titik serah sesuai HET yang berlaku. Apabila terdapat biaya tambahan seperti ongkos kirim, maka harus disertai nota terpisah dan tidak digabungkan dalam transaksi penebusan pupuk,” ujar Rustam.

 

Sesuai regulasi yang berlaku, besaran HET pupuk bersubsidi ditetapkan Rp 2.250/kg untuk Pupuk Urea dan Rp 2.300/kg untuk NPK bersubsidi.

 

Dengan stok yang tersedia di gudang lini III seluruh rayon Pusri yaitu 95.719 ton untuk urea dan 47.257 ton untuk NPK.

 

Hal ini diharapkan mencukupi kebutuhan petani di musim tanam.

 

Rustam menambahkan, Pusri sebagai produsen pupuk pertama di Indonesia, bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) secara konsisten telah melakukan langkah preventif untuk mencegah terjadinya pelanggaran HET di lapangan.

 

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, sosialisasi berkala, serta penerbitan surat edaran kepada seluruh Penerima Pupuk Bersubsidi pada Titik Serah (PPTS).

 

Selain itu, perusahaan juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat untuk melakukan pengawasan bersama terhadap penyaluran pupuk bersubsidi.

 

“Kami tidak akan segan memberikan sanksi kepada PPTS yang terbukti melanggar ketentuan HET. Pengawasan dan transparansi penyaluran menjadi kunci agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai kepada petani yang berhak,” tegas Rustam.

 

Lebih lanjut, Rustam mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya Pusri dan Pupuk Indonesia Grup untuk mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

 

Hal tersebut sejalan dengan cita-cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang tertuang dalam visi Asta Cita.

 

Terakhir, sebagai penutup Rustam menegaskan bahwa pupuk bersubsidi bukan sekedar bantuan untuk para petani, melainkan sebuah instrumen untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

 

 

“Pupuk bersubsidi bukan hanya bantuan bagi petani, tetapi instrumen strategis untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Karena itu, kami terus berupaya agar penyaluran pupuk bersubsidi berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai aturan,” tutupnya.(*)

 

Sumber : https://sumsel.akurat.co/sumsel/1866677926/pusri-tegaskan-penyaluran-pupuk-bersubsidi-sesuai-het-dan-regulasi-pemerintah?page=2

Baca Selengkapnya
news-1

09 January 2026

PT PUSRI PALEMBANG GELAR DOA BERSAMA DAN SANTUNAN ANAK YATIM, MOHON KELANCARAN PEMBANGUNAN PABRIK PUSRI IIIB

AKURAT.CO SUMSEL PT Pusri Palembang, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), menggelar doa bersama dan santunan anak yatim sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran pembangunan Proyek Pabrik Pusri IIIB, Rabu (9/10/2025).

 

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Musi Learning Center ini dihadiri jajaran direksi PT Pusri Palembang, termasuk Direktur Utama Maryono, Direktur Operasi & Produksi Sholikin, Direktur Keuangan & Umum R. Eric J. Rachman, serta Direktur Manajemen Risiko Panji Winanteya Ruky.

 

Turut hadir perwakilan dari mitra kerja proyek, yakni Construction Manager Wuhuan Indonesia Branch, Mr. Du Liangfu, dan Project Manager PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Alfian Syafaruddin Putra, yang menjadi bagian dari konsorsium pembangunan pabrik strategis nasional tersebut.

 

Sebanyak 350 anak yatim dan piatu dari masyarakat sekitar Kampung Sehati — meliputi Kelurahan 1 Ilir, Sungai Selayur, Sungai Buah, dan 3 Ilir — serta empat panti asuhan di wilayah tersebut turut hadir menerima santunan dan bingkisan dari perusahaan.

 

“Kami berharap kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim ini membawa keberkahan bagi kelancaran pembangunan Proyek Pusri IIIB serta operasional produksi Pusri,” ujar Maryono dalam sambutannya.

 

 

“Dukungan dan doa dari masyarakat sekitar menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan kontribusi terbaik, terutama dalam mendukung tercapainya swasembada pangan,” tambahnya.

 

Maryono juga menegaskan bahwa sinergi antara Pusri, Wuhuan Engineering, dan Adhi Karya menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun pabrik pupuk modern yang efisien dan ramah lingkungan.

 

“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk masyarakat sekitar. Semoga sinergi ini terus terjalin dan memberi manfaat nyata bagi semua pihak,” ujarnya.

 

Kegiatan sosial ini menjadi simbol komitmen PT Pusri Palembang untuk tidak hanya berfokus pada pembangunan dan ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

 

 

Dengan semangat kebersamaan dan doa bersama, Pusri berharap Pabrik Pusri IIIB dapat segera rampung dan memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan masyarakat Palembang dan sekitarnya.

 

 Sumber : https://sumsel.akurat.co/ekonomi/1866680689/pt-pusri-palembang-gelar-doa-bersama-dan-santunan-anak-yatim-mohon-kelancaran-pembangunan-pabrik-pusri-iiib

Editor: Kurnia

 

Baca Selengkapnya
news-1

02 October 2025

PERINGATI WORLD CLEANUP DAY, PT PUSRI GELAR AKSI BERSIH SUNGAI DAN DERMAGA

AKURAT.CO SUMSEL PT Pusri Palembang, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menggelar kegiatan Bersih Sungai dan Dermaga.

 

Aksi ini digelar dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2025 dan Hari Kebersihan Sungai Sedunia yang jatuh pada pekan keempat September.

 

Kegiatan ini melibatkan karyawan dan karyawati Pusri yang turun langsung membersihkan area sungai dan dermaga di sekitar lingkungan perusahaan.

 

Langkah tersebut bukan hanya simbolis, tetapi bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan ekosistem perairan.

 

SVP Teknologi & K3LH Pusri, Alfa Widyawan, menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus ajakan agar seluruh elemen masyarakat ikut menjaga lingkungan.

 

“Lingkungan yang bersih akan mendukung keberlanjutan hidup generasi mendatang. Menjaga kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat dan dunia usaha, termasuk Pusri,” ujarnya.

 

Pusri sendiri sudah sejak lama menerapkan program pengelolaan lingkungan, di antaranya Waste Plant dan Tabungan Nona (Non-Organik dan Organik).

 

Program ini berfokus pada pemilahan, pengolahan, serta pemanfaatan kembali sampah agar tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

Dengan langkah tersebut, Pusri tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga mendorong terbentuknya circular economy melalui pengelolaan limbah yang lebih bernilai tambah.

 

 

Melalui aksi Bersih Sungai & Dermaga ini, Pusri berharap terjalin sinergi lebih kuat dengan masyarakat sekitar. Pengelolaan lingkungan yang baik diyakini tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga memberikan manfaat berlapis: kesejahteraan masyarakat, kualitas hidup yang lebih baik, dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

 

“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama,” tutup Alfa.

 

Sumber : https://sumsel.akurat.co/news/1866651669/peringati-world-cleanup-day-pt-pusri-gelar-aksi-bersih-sungai-dan-dermaga

Baca Selengkapnya
news-1

02 October 2025

PERINGATI WORLD CLEANUP DAY, PUSRI BERSIH-BERSIH SUNGAI MUSI DAN DERMAGA

Palembang - PT Pusri menyelenggarakan aksi bersih sungai dan dermaga dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2025 dan Hari Kebersihan Sungai Sedunia yang jatuh pada minggu keempat bulan September.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif karyawan dan karyawati Pusri, yang bersama-sama turun langsung melakukan pembersihan di area sungai dan dermaga yang berada di lingkungan perusahaan.

Aksi ini diinisiasi sebagai bentuk awareness sekaligus wujud nyata kepedulian Pusri terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah, khususnya di sekitar wilayah kerja perusahaan.

SVP Teknologi & K3LH Pusri, Alfa Widyawan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar agenda perayaan, melainkan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menjaga ekosistem sungai yang merupakan sumber kehidupan masyarakat.

"Kami percaya bahwa lingkungan yang bersih akan mendukung keberlanjutan hidup generasi mendatang. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk Pusri," ujarnya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri pupuk, Pusri telah sejak lama mengembangkan berbagai program pengelolaan sampah dan lingkungan. Saat ini Pusri memiliki program Waste Plant dan Tabungan Nona (Non-Organik dan Organik), yang menjadi salah satu terobosan perusahaan dalam mengelola sampah secara terpadu.

Melalui program tersebut, Pusri memfokuskan pada pemilahan, pengolahan, serta pemanfaatan kembali sampah organik maupun non-organik. Langkah ini bertujuan untuk menekan jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mendorong terciptanya nilai tambah dari pengelolaan sampah.

 

Kegiatan Bersih Sungai & Dermaga yang dilakukan dalam momentum World Cleanup Day 2025 ini juga menjadi simbol sinergi antara Pusri dengan masyarakat dalam mendukung terciptanya circular economy.

Pusri berkomitmen bahwa pengelolaan lingkungan yang baik dapat memberikan manfaat berlapis, tidak hanya untuk kelestarian alam, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat serta keberlangsungan bisnis perusahaan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pusri sekali lagi menegaskan komitmennya dalam mendukung program pelestarian lingkungan, sejalan dengan misi perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada keberlanjutan bisnis, tetapi juga keberlanjutan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

 

Sumber : https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8142280/peringati-world-cleanup-day-pusri-bersih-bersih-sungai-musi-dan-dermaga

Baca Selengkapnya
news-1

30 September 2025

PUSRI GANDENG BRI GELAR PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN UNTUK UMK MITRA BINAAN

Palembang (ANTARA) - PT Pusri Palembang yang merupakan anggota holding dari PT Pupuk Indonesia (Persero) menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar "Pelatihan Manajemen Keuangan: Pengelolaan Laporan Keuangan Mitra Binaan UMK" sebagai upaya memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro dan Kecil di Gedung Diklat Pusri Palembang.

Sebanyak 35 mitra binaan UMK mengikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola, merencanakan, serta mengendalikan arus keuangan secara efektif dan efisien. Dengan bekal ini, para pelaku UMK diharapkan mampu menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi penggunaan dana, sehingga usaha mereka dapat tumbuh berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini, Tri Indah Sari selaku CFO Rumah BUMN Sumsel memberikan materi sekaligus memandu peserta menyusun laporan keuangan sederhana yang praktis dan mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

VP TJSL PT Pusri Palembang, Alde Dyanrini, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap keberlanjutan UMK binaan.

"Kami berharap pelatihan ini dapat membantu para pelaku UMK lebih siap menghadapi persaingan bisnis melalui pengelolaan keuangan yang baik, sehingga usaha mereka dapat berkembang secara berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu Manajer Bisnis Mikro BRI Branch Office Sriwijaya, Budiyanto, menegaskan komitmen BRI untuk terus mendampingi UMK.

"BRI siap memberikan dukungan bagi pelaku UMK agar dapat tumbuh, naik kelas, dan menjadi usaha yang lebih unggul serta berdaya saing tinggi," ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, PT Pusri Palembang dan BRI berharap para pelaku UMK semakin memahami pentingnya pencatatan dan penyusunan laporan keuangan sederhana. Dengan pengelolaan arus kas yang baik, UMK diharapkan lebih mudah mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan serta mampu memperkuat daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

Pewarta : Pewarta ANTARA
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

 

Baca Selengkapnya
news-1

28 September 2025

PUSRI IIIB OPERASI 2027, PUPUK INDONESIA CANANGKAN REVITALISASI PABRIK TUA

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pupuk Indonesia (Persero) memulai pembangunan Pabrik Pusri IIIB melalui anak usahanya PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri). Proyek pabrik pupuk ini disebut sebagai bagian dari strategi revitalisasi industri pupuk nasional.

Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi mencapai lebih dari Rp10 triliun. Pada 2023 lalu, 8 Bank telah menyatakan komitmennya berupa kredit sindikasi senilai Rp9,32 triliun. Delapan bank yang terlibat saat itu antara lain BNI, Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Jabar Banten (BJB), dan Bank Sumsel Babel (BSB). 

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan Pusri IIIB akan menggantikan pabrik lama sekaligus menghadirkan infrastruktur modern yang mampu meningkatkan efisiensi konsumsi gas dari 32 MMBTU per ton menjadi 21,7 MMBTU per ton urea. Efisiensi tersebut setara dengan penghematan biaya produksi sekitar Rp1,5 triliun per tahun.

“Kami sedang membangun satu pabrik bernama Pusri IIIB yang akan menggantikan pabrik yang sudah tua. Keberadaan pabrik ini akan menjadikan Pusri sebagai perusahaan pupuk tertua, tetapi dengan rata-rata umur pabrik yang paling muda dan paling efisien,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat (26/9/2025).

Rahmad menjelaskan, pembangunan Pusri IIIB merupakan bagian dari komitmen Pupuk Indonesia dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani. Strategi revitalisasi dilakukan melalui modernisasi fasilitas produksi yang sudah beroperasi sejak 1970-an dan pembangunan pabrik baru untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan biaya produksi.

Dengan kapasitas produksi dirancang sekitar 907.000 ton urea dan 660.000 ton amonia per tahun, Pusri IIIB diharapkan dapat menggantikan kontribusi pabrik lama yang sudah menurun kinerjanya akibat faktor usia. Modernisasi ini juga penting untuk mendukung target pemerintah mencapai swasembada pangan dan mengamankan pasokan pupuk nasional dalam jangka panjang.

“Ke depan kami akan melakukan revitalisasi, karena pabrik-pabrik kami sudah tua. Kami sudah lama tidak melakukan pembangunan pabrik sejak tahun 2003,” ujarnya.

Menurut Rahmad, dari total 15 pabrik urea yang dimiliki Pupuk Indonesia, delapan di antaranya telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Kondisi ini menyebabkan rata-rata konsumsi gas untuk memproduksi 1 ton urea mencapai 28 MMBTU, lebih tinggi dibandingkan standar global yang berkisar 24–25 MMBTU. Bahkan, pada delapan pabrik tertua, konsumsi gas bisa mencapai 32,2 MMBTU per ton urea.

“Untuk urea saat ini rasio konsumsi energi kami tinggi sekali, rata-rata rasio konsumsi gas itu adalah 28 MMBTU per ton urea,” ujarnya.

Karena itu, revitalisasi menjadi langkah strategis untuk mengatasi tantangan pabrik tua yang tidak efisien. Melalui proyek Pusri IIIB dan modernisasi lainnya, konsumsi gas di seluruh grup Pupuk Indonesia ditargetkan dapat ditekan menjadi 25 MMBTU per ton urea pada 2035. Penurunan ini akan menghemat biaya produksi secara signifikan, memperbaiki margin keuntungan, sekaligus menjaga keterjangkauan harga pupuk bagi petani.

“Pak Prabowo menempatkan bahwa ketahanan pangan sebagai sebuah fundamental utama dan kami sangat bersemangat untuk bisa terus mendukung ketahanan pangan nasional,” ucap Rahmad.

Pemerintah telah menetapkan ketahanan pangan sebagai prioritas dalam agenda pembangunan nasional. Dengan permintaan pupuk yang terus meningkat—mencapai lebih dari 9 juta ton per tahun untuk kebutuhan pertanian dalam negeri. Kehadiran Pusri IIIB diyakini dapat menjadi salah satu penopang utama kebijakan tersebut.

Pupuk Indonesia sendiri saat ini menguasai sekitar 90% pangsa pasar pupuk nasional dengan total kapasitas produksi urea mencapai lebih dari 8 juta ton per tahun.

 

Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20250928/257/1915337/pusri-iiib-operasi-2027-pupuk-indonesia-canangkan-revitalisasi-pabrik-tua

Baca Selengkapnya
news-1

27 September 2025

PUPUK INDONESIA BIDIK EFISIENSI ENERGI LEWAT REVITALISASI PABRIK

PT Pupuk Indonesia (Persero) tengah menyiapkan langkah besar berupa revitalisasi pabrik-pabrik pupuknya. Upaya ini ditempuh untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan biaya produksi agar harga pupuk bagi petani tetap terjangkau.

 

Saat ini, Pupuk Indonesia mengoperasikan 15 pabrik urea. Namun, delapan di antaranya telah berusia lebih dari tiga dekade. Kondisi tersebut membuat kebutuhan energi, khususnya konsumsi gas, jauh lebih tinggi dibandingkan standar global.

 

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan konsumsi gas rata-rata perusahaan mencapai 28 MMBTU untuk setiap ton urea, sementara pabrik yang sudah tua bahkan membutuhkan hingga 32,2 MMBTU.

 

“Rasio konsumsi energi kami masih cukup tinggi dibandingkan standar dunia,” ujarnya Rahmad dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (27/9/2025).

 

Untuk itu, revitalisasi menjadi pilihan strategis dengan dua langkah utama: memodernisasi fasilitas lama sekaligus membangun pabrik baru. Targetnya, konsumsi gas dapat ditekan hingga 25 MMBTU per ton urea pada 2035. Dengan efisiensi tersebut, ongkos produksi bisa berkurang signifikan sehingga berdampak pada harga pupuk subsidi maupun nonsubsidi.

 

Sebagai langkah awal, Pupuk Indonesia melalui PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) tengah mengerjakan pembangunan Pabrik Pusri IIIB. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2027 untuk menggantikan pabrik lama.

 

Pusri IIIB diproyeksikan jauh lebih efisien, dengan konsumsi gas hanya 21,7 MMBTU per ton urea. Efisiensi ini setara dengan penghematan biaya sekitar Rp1,5 triliun per tahun.

 

“Pusri adalah perusahaan pupuk tertua di Indonesia. Namun dengan hadirnya Pabrik Pusri IIIB, rata-rata usia pabrik akan menjadi lebih muda dan tingkat efisiensinya semakin tinggi,” kata Rahmad.

 

Sumber : https://nasional.tvrinews.com/berita/tatwvj6-pupuk-indonesia-bidik-efisiensi-energi-lewat-revitalisasi-pabrik

Baca Selengkapnya
news-1

27 September 2025

REVITALISASI INDUSTRI PUPUK: LANGKAH PUPUK INDONESIA JAGA KETAHANAN PANGAN

Di balik suburnya lahan pertanian Indonesia, terdapat pekerjaan besar yang tak terlihat: memastikan pupuk tersedia tepat waktu dan dengan harga yang terjangkau. PT Pupuk Indonesia (Persero), sebagai pemain utama dalam industri ini, tengah menghadapi tantangan yang tak sederhana. Sebagian besar pabriknya telah berusia puluhan tahun dan tak lagi seefisien dulu.

 

“Ke depan kami akan melakukan revitalisasi, karena pabrik-pabrik kami sudah tua. Kami sudah lama tidak melakukan pembangunan pabrik sejak tahun 2003,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dikutip SWA.co.id (27/9/2025). Ucapannya menggambarkan urgensi yang sedang dihadapi perusahaan pelat merah tersebut.

 

Rahmad mencontohkan kondisi pabrik Urea yang menjadi andalan perusahaan. Dari total 15 pabrik yang dimiliki, delapan sudah beroperasi lebih dari tiga dekade. Akibatnya, konsumsi gas untuk memproduksi satu ton Urea mencapai angka yang tak lagi ideal.

 

“Untuk Urea saat ini rasio konsumsi energi kami tinggi sekali, rata-rata rasio konsumsi gas itu adalah 28 MMBTU per ton Urea,” jelasnya. Untuk pabrik yang berusia di atas 30 tahun, angka itu bahkan bisa melonjak hingga 32,2 MMBTU per ton, jauh di atas standar global.

 

Kondisi tersebut membuat biaya produksi membengkak, yang pada akhirnya berpengaruh pada keterjangkauan harga pupuk bagi petani. Padahal, pupuk adalah salah satu kunci ketahanan pangan nasional.

 

“Pak Prabowo menempatkan bahwa ketahanan pangan sebagai sebuah fundamental utama dan kami sangat bersemangat untuk bisa terus mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Rahmad.

 

Revitalisasi pabrik pun menjadi prioritas utama. Pupuk Indonesia menargetkan konsumsi gas bisa ditekan menjadi 25 MMBTU per ton Urea pada 2035. Efisiensi energi ini diharapkan memberi dampak ganda: menurunkan biaya produksi sekaligus menjaga harga pupuk agar tetap bersahabat bagi petani.

 

Langkah nyata sudah dimulai. Melalui anak perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), Pupuk Indonesia sedang membangun Pabrik Pusri IIIB. Pabrik ini akan menggantikan fasilitas lama yang sudah uzur.

 

Direncanakan selesai pada 2027, pabrik baru tersebut dirancang untuk memangkas konsumsi gas dari 32 MMBTU per ton menjadi hanya 21,7 MMBTU per ton Urea. Efisiensi ini diperkirakan bisa menghemat biaya produksi sekitar Rp1,5 triliun setiap tahun.

 

“Kami sedang membangun satu pabrik bernama Pusri IIIB yang akan menggantikan pabrik yang sudah tua. Keberadaan pabrik ini akan menjadikan Pusri sebagai perusahaan pupuk tertua, tetapi dengan rata-rata umur pabrik yang paling muda dan paling efisien,” ungkap Rahmad dengan nada optimistis.

 

Bagi Pupuk Indonesia, revitalisasi bukan sekadar proyek fisik membangun pabrik baru. Ini adalah upaya strategis yang menyentuh hulu hingga hilir, dengan tujuan jangka panjang: memastikan kebutuhan pupuk petani terpenuhi secara konsisten. Proses ini menuntut sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pemasok energi, hingga komunitas petani itu sendiri. (*)

 

Sumber : https://swa.co.id/read/464252/revitalisasi-industri-pupuk-langkah-pupuk-indonesia-jaga-ketahanan-pangan

Baca Selengkapnya
news-1

24 September 2025

PUSRI PALEMBANG PERKUAT PEMBERDAYAAN DESA TEBAT BENAWA LEWAT PELATIHAN DIGITAL MARKETING DAN BARISTA KOPI

SUMEKS.CO - PT Pusri Palembang, sebagai bagian dari holding PT Pupuk Indonesia (Persero), terus berkomitmen melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat.

 

Melalui Departemen TJSL, Pusri menyelenggarakan dua pelatihan penting di Desa Tebat Benawa, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, yaitu Pelatihan Digital Marketing dengan tema “Strategi Pemasaran Online” serta Pelatihan Kopi Kekinian** bertema “Pelatihan Dasar Barista Kopi”.

 

Program ini merupakan bentuk dukungan berkelanjutan Pusri terhadap perkembangan kelompok binaan Kopi Tebat Benawa, yang terdiri dari para pelaku UMK dan masyarakat sekitar.

 

Dengan adanya pelatihan ini, perusahaan berharap masyarakat desa lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jangkauan pasar melalui strategi pemasaran yang efektif.

 

Dalam pelatihan digital marketing, peserta dibekali materi seputar pemanfaatan media sosial, marketplace, hingga teknik branding digital.

 

Harapannya, produk unggulan desa seperti Kopi Ringkeh Tebat Benawa dapat dipasarkan lebih luas di tingkat lokal, regional, bahkan nasional.

 

Dengan strategi pemasaran online yang tepat, para pelaku UMK binaan diharapkan mampu meningkatkan penjualan serta memperkuat daya saing di pasar kopi yang semakin kompetitif.

 

Selain digital marketing, Pusri juga menghadirkan pelatihan dasar barista kopi. Kegiatan ini sangat relevan dengan potensi Pagaralam sebagai daerah penghasil kopi unggulan di Sumatera Selatan.

 

Peserta mendapatkan keterampilan meracik kopi, membuat minuman kopi kekinian, hingga memahami tren pasar modern.

 

Dengan keterampilan ini, masyarakat tidak hanya menjual kopi mentah, tetapi juga dapat mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi yang siap bersaing di pasar modern.

 

 

VP TJSL Pusri, Alde Dyanrini menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian masyarakat.

 

“Kami berharap pelatihan ini dapat membantu kelompok binaan lebih siap menghadapi persaingan bisnis melalui strategi pemasaran online, sekaligus meningkatkan keterampilan secara berkelanjutan. Pusri berkomitmen mendukung transformasi masyarakat desa agar mampu mandiri, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi daerahnya,” ujarnya.

 

Pusri meyakini, keberhasilan program ini akan membawa dampak positif tidak hanya pada peningkatan keterampilan individu, tetapi juga dalam membuka peluang usaha baru, memperkuat perekonomian lokal, serta mendorong Desa Tebat Benawa menjadi salah satu pusat kopi unggulan di Sumatera Selatan.

 

Dengan sinergi antara keterampilan barista modern dan strategi digital marketing, Kopi Tebat Benawa diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas sekaligus menjadi ikon kopi khas Pagaralam.

 

Sumber : https://sumeks.disway.id/read/764119/pusri-palembang-perkuat-pemberdayaan-desa-tebat-benawa-lewat-pelatihan-digital-marketing-dan-barista-kopi/15

Baca Selengkapnya
Layanan Pelanggan Laporan Tata Kelola Info Publik FAQ