HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Distribusikan 11,18 Juta Ton Oksigen - Berbagi Oksigen Bantu Sesama Yang Terdampak Covid

07 Juli 2021
Kembali naiknya angka positif terpapar virus corona membuat pemerintah kewalahan. Bahkan tsunami Covid-19 ini terus membawa korban jiwa terus bertambah. Melihat kondisi seperti ini, mendorong masyarakat untuk terus peduli dan berbagi terhadap mereka yang terpapar virus corona dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang telah diserukan pemerintah. Banyak cara untuk berbagi dan peduli bagi mereka yang menjadi korban Covid-19, dimana salah satunya dengan menyalurkan tabung oksigen yang saat ini permintaannya terus meningkat.
 
Hal inilah yang dilakukan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang dengan mengirimkan 11,18 ton oksigen liquid (cair) ke sejumlah rumah sakit di Jakarta dan Bandung untuk membantu penanganan pasien Covid-19 di daerah tersebut. “Pemberian bantuan oksigen ini bertujuan membantu meringankan beban sesama yang terdampak Covid-19, yang mana saat ini jumlah kasus terus meningkat,” kata Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja, Tri Wahyudi Saleh di Palembang, kemarin.
 
Disampaikannya, tingginya tingkat penyebaran Covid-19 di Indonesia saat ini disadari telah berdampak pada peningkatan kebutuhan masyarakat, salah satunya terhadap oksigen cair. Maka penyerahan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR berupa oksigen cair ini, merupakan bentuk kepedulian Pusri terhadap situasi terkini yang sedang terjadi di Jakarta dan Bandung.
 
Unit kendaraan tanki berisikan oksigen tersebut telah diberangkatkan dari Palembang pada 30 Juli 2021, kemudian tiba di RS Fatmawati pada Jumat (2/7). Bantuan oksigen ini diterima Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RS Fatmawati GK Wirakamboja. Bantuan oksigen juga diberangkatkan ke Bandung pada Senin (5/7) untuk didistribusikan ke RS Immanuel dan sebagian lagi didistribusikan ke RS Al-Islam.
 
Bantuan CSR oksigen dari PT Pusri Palembang ini merupakan bentuk langkah cepat BUMN dari cluster holding Pupuk Indonesia untuk masyarakat yang membutuhkan. Oksigen ini digunakan untuk penanganan pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat, terutama pasien dengan saturasi oksigen di bawah standard yang telah ditetapkan.
 
Selain memproduksi pupuk urea, produk samping dan produk inovasi lainnya, Pusri juga memiliki oksigen yang sebelumnya telah dimanfaatkan melalui agen-agen tertentu didistribusikan ke rumah sakit. Palembang.“Melalui bantuan yang merupakan salah satu program CSR Pusri ini, kami harap dapat bermanfaat terutama bagi pasien Covid-19 yang tentunya sangat membutuhkan oksigen dalam perawatannya,” kata Tri.
 
Dirinya mengharapkan, pandemi segera bisa diatasi."Dengan usaha dan harapan yang dilakukan saat ini, semoga pandemi ini dapat segera berakhir dan kita semua dapat beraktivitas seperti sedia kala,"ujar Tri.
 
Menjaga Ketersediaan Oksigen
 
Langkah yang sama juga dilakukan Bukalapak dalam menjawab tingginya permintaan masyarakat terhadap tabung oksigen maupun oksigen portable. Dimana perusahaan marketplace ini berkomitmen untuk menjaga ketersediaan dan harga jual oksigen dan alat kesehatan lainnya dengan harga terjangkau sejalan dengan himbauan pemerintah demi membantu mengatasi pandemi Covid-19.
 
Kata Baskara Aditama, AVP Marketplace Quality Bukalapak, tabung oksigen dan oximeter termasuk dalam barang-barang yang meningkat transaksinya sebanyak dua kali lipat dibandingkan dengan minggu lalu. “Untuk mengantisipasi hal ini, kami secara rutin memantau harga pasaran untuk barang-barang ini agar bisa menjaga harga yang ditetapkan oleh para penjual di Bukalapak selalu dalam batas wajar, sehingga masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga terjangkau,” ujarnya.
 
Seluruh penjual yang menetapkan harga di luar batas ini demi meraup keuntungan dan menghalangi akses masyarakat pada penggunaan alat-alat kesehatan, termasuk tabung gas akan ditindak tegas dengan cara segera menurunkan produk tersebut dari marketplace dan memberikan label pelanggaran kepada penjual.“Pada dasarnya kami memperbolehkan seluruh penjual menetapkan harga dan strategi penjualan masing-masing. Namun, mereka harus selalu mematuhi aturan yang berlaku baik di Bukalapak maupun secara hukum. Menjual barang dengan harga yang tidak sesuai juga termasuk di dalam pelanggaran yang kami tetapkan, sehingga tentunya akan kami tindak”, lanjut Baskara.
 
Para pengguna Bukalapak yang menemukan penjualan barang-barang lain terkait penanganan Covid-19 dengan harga tidak normal juga bisa berpartisipasi dengan cara melaporkan via BukaBantuan. Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pernah bilang, pihaknya telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Oksigen untuk memastikan kebutuhan oksigen di setiap provinsi dapat tercukupi,”Kalau misalnya ternyata terjadi kekurangan, Kementerian Perindustrian tinggal mengkonversikan oksigen yang tadinya dialokasikan ke industri menjadi dialokasikan ke rumah sakit dan kalau perlu mengimpor oksigen," ujarnya.
 
Budi mengatakan, ketersediaan kebutuhan oksigen di masing-masing rumah sakit saat ini ditangani oleh Tim Satgas dalam menyesuaikan jumlah permintaan yang ada dengan dengan kebutuhan di masing-masing rumah sakit.”Kita juga memastikan transportasi logistik ke masing-masing rumah sakit dari produsen yang ada,"ujarnya.
 
Selain itu, pemerintah mendorong kebutuhan impor tabung oksigen untuk melayani pasien COVID-19 di berbagai kamar perawatan darurat rumah sakit di sejumlah daerah.”Kita juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian untuk mengimpor tabung 6 meter kubik dan 1 meter kubik untuk memenuhi ruang-ruang darurat tambahan yang ada di rumah sakit," kata Budi Gunadi.
 
Disampaikannya, proses distribusi oksigen liquid ke rumah sakit dalam volume besar menggunakan tanki dianggap kurang maksimal memenuhi kebutuhan pasien. Alasannya, mayoritas rumah sakit lebih banyak yang menggunakan tabung oksigen karena tambahan kamar darurat, sehingga tidak menggunakan oksigen yang sifatnya liquid.”Sehingga kita juga melihat ada sedikit isu di distribusi yang tadinya bisa kirim langsung masukkan ke tangki besar liquid untuk didistribusikan dengan jaringan oksigen, sekarang harus dilakukan dalam bentuk tabung," katanya.
 
Dalam kegiatan itu, Budi melaporkan untuk kapasitas produksi oksigen nasional saat ini berjumlah total 866 ribu ton per tahun. Namun semua pabrik itu sekarang utilisasinya 75%. Akibatnya, kata Budi, jumlah produksi riil setiap tahun adalah 640 ribu ton. Sekitar 75% atau setara 458 ribu ton di antaranya dipakai untuk kebutuhan oksigen industri seperti produksi baja, nikel dan lainnya.”Kuota untuk kebutuhan medis hanya 25% atau setara 181 ribu ton per tahun," kata Budi.
 
Budi menambahkan pemerintah sudah mendapatkan komitmen dari kementerian perindustrian agar konversi oksigen dari industri ke medis diberikan sampai 90% atau setara 575 ribu ton demi memenuhi permintaan medis di tengah lonjakan Covid-19. Kebutuhan oksigen itu salah satunya akan dipasok ke rumah sakit di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. "Kita harus ada logistik yang disalurkan ke sana,"tuturnya.


Sumber:https://www.neraca.co.id/article/148796/pusri-distribusikan-1118-juta-ton-oksigen-berbagi-oksigen-bantu-sesama-yang-terdampak-covid