HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Keluhan Petani soal Irigasi, Erick Minta Pemda Siapkan Infrastruktur

29 Oktober 2021
Jakarta - BUMN punya program Makmur yang berfokus untuk membantu para petani kecil di daerah. Namun, program ini dinilai sulit berjalan karena kurangnya infrastruktur irigasi di daerah.
 
Maka dari itu, pemerintah daerah diminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk menyiapkan infrastruktur penunjang pertanian tanah air agar program Makmur bisa berjalan dengan baik.
 
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan dukungan Pemda akan bermanfaat pada produktivitas pertanian. Program Makmur dapat berjalan dengan baik dengan dukungan Pemda.
 
"Ada keluhan sebenarnya, bahwa mereka (petani) butuh air dan mereka ini terhambat sehingga airnya agak asam, sehingga kita membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah," kata Arya dalam keterangannya, Jumat (29/10/2021).
 
Saat ini, program Makmur sudah diimplementasikan di beberapa desa yang ada di Sumatera Selatan. Salah satunya di Desa Sukadamai, Kabupaten Banyuasin.
 
Saat ini program Makmur yang ada di Desa Sukadamai diimplementasikan di atas lahan sekitar 25 hektare dengan komoditas jagung. Petani yang masuk program berasal dari Kelompok Tani Sidomukti.
 
Program Makmur memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan meningkatkan produktivitas hingga penghasilan petani. Ekosistem di sini menghubungkan petani dengan pihak project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, pemerintah daerah, agro input, ketersediaan pupuk non subsidi, dan offtaker.
 
"Jadi mudah-mudahan dengan program yang kita berikan mereka dapat bantuan dana, bibit terbaik, pupuk terbaik, pestisida terbaik kemudian ada peminjaman sewa alatnya, ada juga asuransinya ini akan mutar dan ada offtaker-nya dan ini pendanaannya dari perbankan. Jadi ini adalah proses yang kita harapkan bisa baik untuk Desa Sukadamai," kata Arya.
 
Program ini sendiri merupakan besutan Pupuk Indonesia. Di Sumatera Selatan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang menjadi project leader program Makmur. Program ini telah diimplementasikan di atas lahan seluas 2.292 hektare yang tersebar ke beberapa wilayah di Sumatera Selatan. Petani yang tergabung berjumlah 1.274 orang.
 
Adapun, rincian luas lahan program Makmur yang dilaksanakan Pusri Palembang di Sumsel yaitu Desa Upang Mulya seluas 150 hektare, Desa Tirja Jaya 210 hektare, Desa Rejosari seluas 210 hektare, Desa Mukti Jaya dan Talang Jaya seluas 400 hektare.
 
Selanjutnya Desa Nusa Makmur seluas 900 hektare, Desa Sukadamai seluas 25 hektare, Desa Manggar Raya seluas 135 hektare, Desa Sumber Agung seluas 50 hektare, Desa Mendayun 79,75 hektare, Desa Purwodadi seluas 43,5 hektare, Desa Tanjung Mas seluas 73,5 hektare, terakhir Desa Gumawang seluas 15,25 hektare.


Sumber:https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5788214/dapat-keluhan-petani-soal-irigasi-erick-minta-pemda-siapkan-infrastruktur