HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Harga Terjangkau, Pusri Pasarkan Pupuk NPK untuk Tanaman Kopi-Singkong

27 Desember 2021
Jakarta, IDN Times - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) siap memasarkan pupuk NPK khusus untuk tanaman kopi dan singkong, guna mendukung peningkatan produksi komoditas tersebut.
 
Direktur Utama PT Pusri Tri Wahyudi Saleh mengatakan perusahaan melahirkan produk baru ini, lantaran dua komoditas tersebut menjadi andalan di Sumatra Selatan dan Lampung.
 
“Setelah melewati uji coba dan riset, akhirnya kami meluncurkan NPK kopi dan NPK singkong pada tahun ini,” kata Tri dalam acara Media Gathering di Palembang, dilansir ANTARA, Minggu (26/12/2021).
 
1. Pupuk NPK telah melalui riset selama dua tahun
Tri mengatakan riset dilakukan pada 2020 hingga 2021, yang menunjukkan terjadi peningkatan produksi secara konsisten selama dua tahun itu.
 
Uji coba pupuk NPK kopi dilakukan di Pagaralam, Sumatra Selatan pada 2020 yang menunjukkan terjadi peningkatan produktivitas dari 0,8 ton per hektare menjadi 1,3 ton per hektare.
 
Kemudian dilakukan lagi pada 2021, yang juga menunjukkan hasil relatif sama, yakni terjadi kenaikan berkisar 50 persen.
 
Hal serupa juga dilakukan pada produk NPK singkong dengan melakukan uji coba di Lampung pada 2020 dan 2021. “Dari biasanya 21 ton per hektare, kini menjadi 41 ton per hektare. Produksi ini secara konsisten terjadi juga pada tahun berikutnya,” kata Tri.
 
2. Pusri akan memasarkan pupuk NPK kopi dan singkong ke petani
Untuk itu, Tri menjelaskan, melalui program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) yang dicanangkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pusri akan memasarkan pupuk NPK kopi dan singkong ini ke petani.
 
Program Makmur itu menghubungkan petani dengan project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, offtaker, dan pemerintah daerah, namun petani didorong menggunakan pupuk nonsubsidi.
 
3. Harga pupuk relatif terjangkau berkisar Rp10 ribu per kilogram
Sejauh ini, kata Tri, Pusri menilai NPK kopi akan terserap di Sumsel karena daerah ini memiliki areal perkebunan terluas di Indonesia, yakni 249 ribu hektare. Sementara, NPK singkong akan lebih banyak diserap di Provinsi Lampung karena memiliki areal perkebunan mencapai 256 ribu hektare.
 
Walau sebenarnya bahan baku pembuatan ini mengalami kenaikan, Tri mengklaim, tapi Pusri tetap berupaya agar harga pupuk ini terjangkau, berkisar Rp10 ribu per kg atau lebih murah dari produk impor yang rata-rata Rp14 ribu per kg.


Sumber : https://www.idntimes.com/business/economy/rochmanudin-wijaya/harga-terjangkau-pusri-pasarkan-pupuk-npk-untuk-tanaman-kopi-singkong/3