HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Cara Pupuk Indonesia Dorong Produksi Petani Naik 44%

02 Nopember 2021
Jakarta -  PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui program Makmur berhasil meningkatkan produktivitas petani hingga 44 persen. Hal ini terungkap dalam panen program Makmur untuk komoditas padi di atas lahan seluas 35 hektare yang berada di Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
 
Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto mengatakan program Makmur merupakan ekosistem yang dapat memberikan kemudahan bagi petani nasional dalam berbudidaya. Pasalnya, dalam ekosistem tersebut, petani akan mendapatkan akses permodalan, agro input berkualitas, bimbingan teknis, serta jaminan offtaker dan asuransi.
 
"Hasilnya adalah peningkatan produktivitas yang berujung pada peningkatan keuntungan petani. Perlu kami sampaikan juga, bahwa program Makmur ini mengedepankan penggunaan pupuk komersil dari Pupuk Indonesia Grup," ucap Nugroho, dalam siaran persnya, Selasa, 2 November 2021.
 
 
Nugroho mengungkapkan bahwa komoditas padi yang dipanen para petani mengalami peningkatan produktivitas. Padahal, sebelum mengikuti program Makmur rata-rata produktivitas petani hanya 5,5 ton per hektare, namun setelah bergabung produktivitasnya naik 44 persen menjadi 7,94 ton per hektare.
 
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi yang terlibat, atas dukungan, bimbingan dan bantuannya selama ini sehingga Program Makmur dapat berjalan dengan baik," tutur Nugroho.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek Maryadi mengatakan bahwa peningkatan produktivitas juga disertai dengan peningkatan keuntungan petani. Sebelum ikut program Makmur, petani hanya meraup untung sekitar Rp25,5 juta per hektare, sedangkan saat ini untungnya naik hingga 32 persen menjadi Rp33,6 juta per hektare.
Hasil panen petani
Maryadi menuturkan di balik kenaikan hasil panen petani Ciasem, ada peran banyak pihak. Termasuk para agronom Tim Makmur yang selalu mendampingi petani. Dalam hal ini, Tim Makmur selalu berkoordinasi dengan petani binaan dan memantau perkembangan tanaman di setiap tahapan.
 
"Bahkan kadang-kadang, akhir pekan pun Tim Makmur siap datang jika petani membutuhkan konsultasi," paparnya.
 
Setelah panen, menurut Maryadi, para petani ini juga tak kesulitan menjual gabah mereka. Sebab, Pupuk Indonesia Pangan akan membeli gabah mereka dengan harga yang baik. "Peningkatan hasil panen setelah ikut program Makmur ini menjadi bukti nyata. Petani lain di wilayah ini tidak perlu ragu untuk ikut Program Makmur," tegas Maryadi.
 
Sementara itu, Ketua BUMDes Ciasem Nursoleh mengungkapkan bahwa rumpun padi di sawah tersebut tumbuh lebat, jumlah malai bercabang banyak dan merunduk, karena bulir-bulir padi tumbuh berisi.
 
"Bulir tumbuh hingga punduk malai. Kalau padi terlihat tumbuh sebaik ini, kami optimistis hasil panen akan sangat baik," harap Nursoleh.
 
Program Makmur telah dijalankan oleh masing-masing anak perusahaan Pupuk Indonesia, seperti PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Petrokimia Gresik. Semua anak perusahaan menjadi project leader di masing-masing wilayah yang telah ditentukan penyebarannya.
 
Program Makmur telah diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia. Pada 2021, target luasan lahan program Makmur seluas 50 ribu hektare. Realisasi program Makmur hingga September 2021 secara nasional telah mencapai 50.799 hektare dan melibatkan 31.596 petani.


Sumber : https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/ObzVrrlb-cara-pupuk-indonesia-dorong-produksi-petani-naik-44