HALO PUSRI 0800-12-000-11
Press Release

PUSRI DUKUNG PENGEMBANGAN KOMODITAS KOPI MELALUI PROGRAM MAKMUR

30 Januari 2022
picDA490E5755B80472AB7093B90D41655E.jpg
LAMPUNG – Guna mendukung Program Makmur yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) yang merupakan holding dari PT Pusri Palembang, Direktur Utama Pusri, Tri Wahyudi Saleh terus berupaya dalam pengembangan ekosistem Program Makmur, salah satunya melalui komoditas tanaman kopi di Wilayah Lampung. Karena kopi merupakan salah satu komoditas Indonesia yang potensial namun belum dimanfaatkan secara optimal.
 
Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menghadiri acara Kick Off Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara (30/01). Dalam kesempatan ini hadir Menteri BUMN, Erick Thohir, Direktur Utama Pusri, Tri Wahyudi Saleh, asosiasi terkait, pengusaha kopi, petani dan tamu undangan lainnya.
 
Acara ini merupakan salah satu proyek Kementerian BUMN terkait peningkatan produk hulu hingga hilir tanaman kopi di Indonesia. Sejalan dengan pelaksanaan Program Makmur oleh seluruh anggota holding PI Group, untuk menciptakan ekosistem yang mendukung petani dari hulu hingga ke hilir. Sehingga proses budidaya maupun pemasaran hasil pertanian dapat berjalan optimal.
 
Pada Tahun 2022, PMO Kopi Nusantara akan melaksanakan 6 (enam) pilot project di 4 (empat) wilayah yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung dan Sumatera Utara yang melibatkan 2.442 petani dengan 6.266,9 Ha lahan perkebunan kopi untuk penerapan good agricultural practices dan memperbaiki ekosistem bisnis kopi di lahan-lahan tersebut.

Kick Off PMO ini dihadiri oleh 175 petani, 50 pelaku usaha kopi, 5 BUMN, 2 Asosiasi serta perwakilan swasta yang akan berkomitmen untuk mendukung pengembangan bisnis kopi di Indonesia melalui PMO Kopi Nusantara.
 
“Sebagai perusahaan penyedia pupuk terutama saat ini kami memiliki produk NPK Kopi, kami menyambut baik kegiatan ini karena selain dapat mendukung pengembangan Program Makmur juga dapat mendukung PMO Kopi Nusantara. Serta dapat membantu petani kopi dalam mengembangkan usahanya”, terang Tri Wahyudi Saleh.
 
Tri juga menyampaikan bahwa melalui Program Makmur, petani akan diberikan pupuk sesuai kebutuhan, mendapatkan kawalan teknologi budidaya dan pemupukan berimbang sehingga berdasarkan realisasi Program Makmur yang sudah berjalan dapat meningkatkan hasil produksi sampai 20-30 persen.
 
Petani juga akan diberikan akses untuk permodalan serta perlindungan asuransi pertanian. Dengan hasil produksi yang meningkat dan berkualitas, diharapkan petani juga mendapatkan harga jual yang bagus dan tentunya hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.
 
“Sepanjang tahun 2021, kami telah menjalankan program MAKMUR di wilayah Sumbagsel (Sumsel, Lampung, Kep. Babel, Bengkulu), Jambi, Riau, Jateng. Sampai dengan Desember 2021, luas binaan program ini telah mencapai lebih dari 14.000 hektar dengan akuisisi petani sebanyak 7.400 orang. Tentunya kami berharap Program MAKMUR nantinya dapat terus dikembangkan dan diperluas wilayah binaannya khususnya komoditas kopi di Lampung”, tutup Tri.
 
Lampung, 30 Januari 2022
Informasi lebih lanjut:
Vice President Humas
Soerjo Hartono