HALO PUSRI 0800-12-000-11
Press Release

PERALIHAN RAYON PUPUK, DIREKTUR UTAMA PUSRI LAKSANAKAN SOWAN KE GUBERNUR JAWA TENGAH

22 Pebruari 2022
picFFD34A2C514D7EDBC84B0FC8A112D14C.jpg
SEMARANG – Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pupuk,dan petrokimia, PT Pusri Palembang memiliki visi Menjadi Perusahaan Agroindustri Unggul di Asia. Untuk itu guna mencapai visi tersebut, Pusri senantiasa memastikan tersedianya pupuk bagi petani.
 
PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) laksanakan sosialisasi terkait peralihan rayon di Provinsi Jawa Tengah sekaligus sowan ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama Pusri, Tri Wahyudi Saleh di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah (22/02).
 
Pada kesempatan ini Tri menyampaikan bahwa mulai tanggal 01 Maret 2022 Kota Tegal, Tegal, Brebes dan Pemalang yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Pupuk Kujang Cikampek akan menjadi wilayah tanggung jawab Pusri dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
 
“Kami mohon dukungan dan kerjasama dari Pak Ganjar guna lancarnya proses distribusi pupuk agar dapat diterima dengan baik oleh petani dan tercukupinya kebutuhan petani di Provinsi Jawa Tengah pada masa tanam ini”, terang Tri.
 
Ganjar menyambut baik hadirnya Pusri di Jawa Tengah dan berharap Pusri akan melakukan evaluasi terhadap sistem e-RDKK. “Kami berharap Pusri dapat bersama-sama membantu dalam proses evaluasi sistem e-RDKK yang dalam praktiknya sering terkendala”, jelas Ganjar.
 
Tri menjelaskan terkait e-RDKK, setiap kelompok tani menuliskan total kebutuhan selama setahun yang didampingi penyuluh, selanjutnya petani menginput kebutuhan tersebut ke dalam sistem e-RDKK. Proses verifikasi akan dilakukan mulai dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat pusat. Untuk selanjutnya disesuaikan dengan alokasi pupuk bersubsidi setiap provinsi.
 
“Untuk mendapatkan pupuk subsidi, Kementan telah menetapkan sejumlah ketentuan. Diantaranya, petani wajib tergabung dalam kelompok tani, menggarap lahan maksimal dua hektar, menyusun dan memiliki alokasi pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), serta pada wilayah tertentu menggunakan Kartu Tani”, ujar Tri.
 
Dalam pertemuan ini, ganjar juga menyarankan agar Pusri akan lebih baik dalam proses distribusi pupuk jika memiliki sistem tersendiri, yaitu Sistem Pengawasan Penyaluran Pupuk. “Agar distribusi pupuk lebih lancar dan tepat, mungkin Pusri bisa membuat sebuah sistem pengawasan agar proses distribusi dapat berjalan dengan baik”, terang Ganjar.
 
Disampaikan Tri bahwa untuk Provinsi Jawa Tengah alokasi pupuk urea bersubsidi yang disediakan yaitu 723.606 ton dengan jumlah distributor sebanyak 170 dan jumlah pengecer sebanyak 5.037.
 
***
Palembang, 22 Februari 2022
Informasi lebih lanjut:
Vice President Humas
Soerjo Hartono
Email: [email protected]