HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Usia 61 Tahun, Dirut PT Pusri Sebut Perusahaan Pabrik Pupuk Pertama di Indonesia Ini Tidak Tua

24 Desember 2020
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) hari ini 24 Desember tepat berusia 61 Tahun, Dirut PT Pusri Sebut Perusahaan Pabrik Pupuk Pertama di Indonesia ini tidak tua tapi makin dewasa.
 
Kontribusi perusahaan pabrik pupuk pertama di Indonesia ini terhadap bidang pertanian dan ketahanan pangan negeri ini terus dilaksanakan, sejalan dengan tema HUT ke-61 PT Pusri pada tahun ini yaitu "Pusri-Petani Sinergi Membangun Negeri".
 
Pusri sendiri, sebagai pabrik pupuk pertama di Indonesia, diharapkan mampu terus mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan, melaksanakan transformasi, inovasi dan diversifikasi produk.
Serta seluruh insan Pusri diharapkan mampu menjadi SDM unggul yang mampu membawa Pusri Maju 2025.
 
Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh mengungkapkan, jika diusia 61 tahun bisa dianggap sudah sangat dewasa. Artinya, dengan usia yang tidak tua Pusri harus tetap memberikan yang terbaik dengan tetap semangat muda dan energik.
 
"Adanya perubahan selama ini, dengan berbuat luar biasa, bukan biasa- biasa saja, dengan lompatan kita sudah lalui KPI dari pemegang saham, yang dari produksi sudah mencapai target. Dimana saya lebih suka dengan melampailui target 2020 dan apresiasi kita bersyukur dan juga membiasakan budaya akhlak dengan mengakui kita amanah yang kompeten dibidang pupuk," kata Tri disela- sela HUT PT Pusri, Kamis (24/12/2020).
 
Dimana untuk pencapaian produksi tahun 2020, realisasinya melampaui target RKAP, yaitu pabrik urea sebesar 129 persen, amoniak 127 persen, dan pabrik NPK 122 persen. Sedangkan dibidang penjualan urea PSO mencapi 117 persen dan NPK PSO sebesar 100 persen.
 
Diakui Tri, menghadapi tahun 2021 pihaknya akan melakukan program- program penting, seperti sinergi dengan stakehokde yang ada, meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan, adaptasi dan shifting, maupun berinovasi secara cepat terhadap perubahan ditengah masa pandemi covid saat ini.
 
"Maka sesuai arahan pemegang saham, kita akan bertransformasi bukan hanya diindustri pupuk, tetapi juga Pusri sebagai pendamping petani. Nanti kita siapkan komunitas dari hulu hingga hilir dengan pembinaan dan pendampingi kebpetani, mulai dari pemupukan dengan baik sehingga menghasilkan kualitas baik dan tepat waktu," tuturnya.
 
Selain itu, pihaknya juga akan mengajak petani yang ada, agar tidak tergantung ke pupuk subsidi, dimana solusinya dengan menggandeng pihak perbankan, yang dimana ini sudah diterapkan si Belitung (petani Lada dan Kopi), dan dalam waktu dekat di Kabupaten Banyuasin dalam pengembangan ekosistem agrosolusi.
 
"Sesuai arahan pak Gubernur, provinsi Sumsel masih urutan ke 4 nasional daerah lumbung pangan, dan ia (Gubernur) punya cita- cita Sumsel masuk ketiga atau kedua nantinya, dan kami akan mensuportnya," tuturnya.
 
Pihaknya juga berencana merivaliasi pabrik- pabrik yang sudah dianggap tua dan konsumsi energinya tinggi, serta sudah tidak efisien.
 
"Kami tetap berusaha semaksimal mungkin dalam pengembangan pabrik tetap di tanah di Sriwijaya karena Pusri kebanggaan Palembang dan Sumsel, sehingga kita biss meningkatkan efisiensini dari sisi produksi," capnya.
 
Meski begitu untuk peremajaan itu, pihaknya berharap adanya peran pihak- pihak terkait dalam hal ini pemerintah, sehingga hasil dari peremajaan itu tidak menghambat ekspor pupuk selama ini, karena yang mayoritas distribusi melalui sungai terkendala pendangkalan sungai Musi.
 
"Persoalan besar dikami yang dilaporkan ke pak gubernur soal pendangkalan sungai Musi. Oleh karenanya, kita akan koordinasi dengan pemerintah setempat terkait alur itu, yang masih jadi tanggung jawab kementerian PU dan Perhubungan.
 
Kami melaporkan kesukitan kami masalah shipping out, dulu kita bisa melakukan ekspor diatas 11 ribu ton kebeberapa daerah, tapi sekarang hanya sekitar 5 sampai 6 ribu ton saja dan masalah pendangkalan itu akan diselesaikan," pungkasnya.


Sumber:https://sumsel.tribunnews.com/2020/12/24/usia-61-tahun-dirut-pt-pusri-sebut-perusahaan-pabrik-pupuk-pertama-di-indonesia-ini-tidak-tua