HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Petani Diimbau Tak Perlu Khawatirkan Stok Pupuk Urea Bersubsidi

30 April 2021
Palembang: Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau agar petani yang termasuk dalam wilayah PT Pupuk Sriwidjaja Palembang tidak mengkhawatirkan stok pupuk bersubsidi, khususnya jenis urea.
 
Pasalnya, PT Pupuk Sriwidjaja telah menyiapkan stok pupuk urea bersubsidi sebesar 82.537,39 ton, atau 154 persen lebih banyak daripada ketentuan minimum pemerintah, yaitu 53.463,91 ton.
 
Adapun wilayah distribusi Pusri untuk penyaluran pupuk urea bersubsidi yaitu Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Bali.
 
“Tahun ini pemerintah mengalokasikan 9 juta ton dari 24 juta ton kebutuhan petani. Tentunya ini tidak mencukupi, namun petani dapat membeli pupuk non subsidi yang kualitasnya sama dengan pupuk bersubsidi,” kata Direktur Utama Pusri, Tri Wahyudi Saleh.
 
Menurut Tri, hingga 27 April 2021, realisasi pupuk urea bersubsidi yaitu sebesar 76.808,35 ton dan NPK bersubsidi sebesar 10.861,30 ton.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi atas jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi tersebut.
 
"Stok pupuk bersubsidi, khususnya urea, sudah dipastikan akan mencukupi untuk menghadapi musim tanam kedua. Petani tidak perlu lagi khawatir karena aktivitas mereka akan didukung pupuk bersubsidi," kata Mentan Syahrul.
 
Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy berharap ketersediaan pupuk bersubsidi ini bisa membantu meningkatkan produktivitas.
 
"Melalui pupuk bersubsidi, kita juga berharap petani juga meningkatkan produksi pangan dan komoditas pertanian. Apalagi pupuk bersubsidi juga bertujuan melindungi petani dari gejolak harga pupuk, mendorong penerapan pemupukan berimbang, juga memberikan jaminan ketersediaan pupuk," katanya.
 
Ditambahkannnya, pendistribusian pupuk berubsubsidi memegang prinsip 6T atau 6 Tepat.
 
"Prinsip distribusi pupuk subsidi yang diterapkan adalah 6T alias 6 tepat, yaitu tepat jenis, tepat mutu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat waktu, tepat harga, dan tepat sasaran," ucap Sarwo Edhy.


Sumber:https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/nbwlmYRk-petani-diimbau-tak-perlu-khawatirkan-stok-pupuk-urea-bersubsidi