HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pabrik Pusri IIIB Bakal Dibangun di Palembang Pertengahan Tahun Ini

02 Pebruari 2021
Pembangunan pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yakni Pusri IIIB pengganti pabrik lama Pusri III dan Pusri IV sempat muncul opsi akan dibangun di Dumai, Riau. Namun PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang mengungkapkan, pembangunan tetap akan dilakukan di Kota Palembang.
 
Pabrik yang disebut nilai investasinya mencapai Rp 11 triliun ini akan dibangun pertengahan tahun ini juga. Kapasitas produksi pupuk Pabrik Pusri IIIB ini sebesar 1.350 ton amoniak per hari atau 445.500 ton per tahun. Sedangkan produksi Pupuk Urea mencapai 2.750 ton per hari atau 907.500 ton per tahun.
 
Direktur Utama PT Pusri Tri Wahyudi Saleh dalam keterangan tertulisnya kepada Urban Id menyebutkan, pabrik lama ini dinilai sudah tidak efisien sehingga harus ada revitalisasi pabrik yang lebih ramah lingkungan dan dapat menghemat energi.
 
 “Pelaksanaan pembangunan Pabrik Pusri IIIB ini akan dilakukan di Palembang, Sumatera Selatan. Pembangunan ini telah mendapat dukungan pemerintah pusat dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Pabrik ini diharapkan dapat menghemat biaya produksi,” kata Tri Wahyudi, Selasa (2/2).
 
Pabrik ini diharapkan dapat menghasilkan dampak penurunan harga pupuk, sehingga harganya jadi lebih terjangkau bagi petani dan konsumen dalam negeri lainnya. Selain itu dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan produksi pangan.
 
Tri Wahyudi menuturkan pembangunan pabrik Pusri-IIIB merupakan salah satu cara agar Pusri menjadi lebih besar lagi kedepannya dan tetap berada di Kota Palembang.
 
Pembangunan Pabrik Pusri IIIB ini juf dapat membuka kesempatan kerja bagi tenaga kerja baru selama konstruksi proyek berlangsung. Pusri mengharapkan dukungan dari semua stakeholders, agar program revitalisasi ini bisa berjalan lancar.
 
"Keberadaan Pusri tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan provinsi Sumatera Selatan, demi mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” katanya. (eno)