HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Jelang Musim Tanam Kedua, Wamentan Pastikan Ketersediaan Pupuk Petani

08 April 2021
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Harvick Hasnul Qolbi memastikan, ketersediaan pupuk bagi para petani di Indonesia jelang musim tanam kedua pada April- Mei saat ini masih aman.
 
Hal ini diungkapkan Harvick, disela- sela menghadiri launching Program “Agrosolution Sinergi Santri Membangun Negeri” oleh PT Pupuk Sriwidjaya (Pusri) di Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin Palembang Kamis (7/4/2021).
 
"Soal kekhatiran dalam ketersediaan pupuk memasuki musim tanam ke dua April- Mei ini, hampir semua pupuk BUMN selain di Aceh belum kami kunjungi. Tetapi melihat stok secara langsung ketersediaan cukup, jadi dalam hal ini petani jangan khawatir," katanya.
 
Ia pun menerangkan, dengan ketersediaan pupuk yang mencukupi tinggal bagaimana, ditribusi itu nanti tepat sasaran dan bisa sampai kepetani, dengan aturan dan peraturan dengan sesuai harapan semua pihak.
 
Dijelaskan Harvick, tak dipungkiri jika pupuk yang dihasilkan, masih ada kekurangan dari kebutuhan bagi petani di Indonesia, dimana produksi baru mencapai 9 juta ton, sedangkan kebutuhn pupuk di Indonesia 24 juta ton.
 
"Pertama, itu jadi masalah kita secara nasional ketersediaan pupuk dengan kebutuhan pupuk masih jauh sekali, artrinya ini akan kita genjot apa yang kita harapkan bisa tercapai, dan kita sudah minta ke pihak dirut Pupuk Indonesia kalau bisa produksi sampai 13 juta ton nanti. Besar harapan kita, kalau itu tercapai insya Allah dimusim tanam kedua dan panen Agustus nanti bisa tercapai sesuai harapan," ucapnya seraya untuk mewujudkan hal itu akan melakukan pengembangan dengan membangun pabrik baru lagi di lokasi pabrik.
 
Sementara, dalam rangka mengembangkan Program Agrosolution dan sebagai bentuk sinergi antara PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Institusi serta Stakeholder terkait lainnya, Pusri melaunching Program “Agrosolution Sinergi Santri Membangun Negeri” di Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin Palembang, Kamis (7/4/2021).
 
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan juga Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pusri dengan Forum Pesantren Sumsel, Perum Bulog, PT Petrosida, PT Sang Hyang Seri, PT Bank Sumsel Babel Syariah, Dinas Pertanian Provinsi Sumsel, dan Universitas Sriwijaya yang disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi, Gubernur Sumsel, Herman Deru, Ketua PWNU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi, dan Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia, Eko Taufik Wibowo.
 
Launching Program “Agrosolution Sinergi Santri Membangun Negeri” ditandai dengan pemakaian rompi santri agrosolution dan rompi santri millennial secara simbolis kepada perwakilan santri.
 
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Pusri, Tri Wahyudi Saleh juga memberikan bantuan yaitu berupa Sarana Produksi Pertanian (saprotan) untuk Demplot Agrosolution.
 
Tri mengatakan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan di era pandemi, karena sektor pertanian mampu menyerap banyak tenaga kerja, padat karya dan memberikan dampak perekonomian positif kepada masyarakat.
 
“Hadirnya Program Agrosolution Sinergi Santri Membangun Negeri ini diharapkan dapat menarik minat dan menjadi pilihan lain bagi para pencari kerja, terutama santri-santri disini yang merupakan generasi millennial penerus bangsa”, ujar Tri.
 
Tujuan lain adanya program ini yaitu agar dapat memberikan manfaat lebih bagi para petani, untuk dapat bertranformasi menjadi salah satu pelaku utama dalam industri pertanian.
 
Program Agrosolution perlu melibatkan pondok pesantren, karena memiliki kekuatan 2K yaitu Kultural dan Keagamaan, dan Pusri mengambil peran untuk lebih memperkuat fungsi pondok pesantren dengan penguatan K yang ketiga yaitu Keekenomian, sehingga menjadi 3K (Kultural, Keagamaan dan Keekonomian), tambah Tri.
 
Program Agrosolution Sinergi Santri Membangun Negeri ini akan dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembekalan Ilmu Budidaya Pertanian untuk para santri, yang programnya terdiri dari demplot agrosolution dan kelas pertanian ala santri.
 
Kedua, Pembekalan ilmu Bisnis Pertanian. Programnya terdiri dari kelas bisnis pertanian ala santri pertanian dan agro santripreneur.
 
Ketiga, Pendirian Unit Bisnis Pertanian Ponpes dalam bentuk toko-toko pertanian.
 
"Kedepannya kolaborasi program ini dapat diperluas di seluruh wilayah Indonesia dengan didukung oleh PT Pupuk Indonesia selaku holding, institusi pemerintah terkait dan stakeholder terkait lainnya, serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)," tandasnya.