HALO PUSRI 0800-12-000-11
Press Release

TAHUN 2021, PUSRI PASTIKAN KETERSEDIAAN PUPUK BAGI PETANI

07 Januari 2021
pic60B65E42D4BC81E69C07E2C2D5EB091E.jpg
PALEMBANG – Awal Tahun 2021, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) pastikan tercukupinya ketersediaan pupuk bagi petani. Tahun 2021, secara nasional stok pupuk subsidi yang disiapkan pemerintah yaitu mencapai 1,25 juta ton yang terdiri dari 648.853 ton Urea, 299.260 ton NPK, 95.514 ton SP 36, 118.620 ton ZA dan 92.157 ton pupuk organik. Serta stok pupuk non subsidi sebesar 800 ribu ton.
 
Sementara untuk Pusri Tahun 2021 ini secara keseluruhan total rencana stok yang disediakan Pusri yaitu sebesar 1.232.861 ton untuk Urea Subsidi dan 126.353 ton untuk NPK Subsidi, dengan daerah yang menjadi tanggung jawab Pusri untuk pupuk urea yaitu  Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah (Kecuali Kabupaten Brebes, Tegal, Kota Tegal dan Pemalang), Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
 
Sementara untuk NPK subsidi, daerah yang menjadi tanggung jawab Pusri yaitu Provinsi Sumatera Selatan, Jambi (Kab. Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi).
 
Manager Humas Pusri, Soerjo Hartono mengatakan, “Stok tersebut akan disalurkan kepada petani yang terdaftar dalam e-RDKK, tentunya  setelah terbitnya SK dari pemerintah setempat. Tanpa adanya SK tersebut, gudang-gudang pupuk tidak dapat mendistribusikan barang ke distributor dan kios”.
 
Sesuai dengan Permentan No. 49 Tahun 2021, petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani, tidak terdaftar dalam e-RDKK dan belum memiliki Kartu Tani tidak berhak memperoleh pupuk bersubsidi.
 
Sementara untuk stok Urea Subsidi di Provinsi Sumatera Selatan yaitu sebesar 15.743,20 ton dan  NPK Subsidi sebesar 10.307,30 ton.
 
Dengan adanya penambahan jumlah alokasi pupuk subsidi ini dapat memenuhi kebutuhan petani dalam menunjang produktivitas pangan nasional. “Harapan kami Tahun 2021 ini, kebutuhan pupuk bagi petani dapat tercukupi dan tidak ada lagi petani yang sulit dalam memperoleh pupuk bersubsidi”, tutup Soerjo.
 
***
Informasi lebih lanjut:
Manager Humas
Soerjo Hartono