HALO PUSRI 0800-12-000-11
Press Release

PUSRI SIAPKAN PUPUK SESUAI ALOKASI

09 September 2020
pic181A201226AB5729238FD8E4FD663258.jpg
PALEMBANG – Menjelang musim tanam yang akan dimulai pada Bulan Oktober, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi atau PSO (Public Service Obligation) sesuai dengan alokasi dari Pemerintah. Salah satu Provinsi yang menjadi tanggung jawab Pusri dalam penyaluran Pupuk PSO yaitu Provinsi Bengkulu.
 
Sebagai upaya dan dukungan Pusri kepada Pemerintah dalam program ketahanan pangan nasional. Dalam penyalurannya Pusri memegang prinsip 7 (tujuh) tepat, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat mutu. Prinsip ini berlaku di semua tingkatan jalur distribusi sampai ke tingkat petani. Branch Manager Penjualan PSO Bengkulu Farlen Rubibara mengatakan bahwa Pusri telah menyalurkan pupuk urea bersubsidi sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan dan dengan kebutuhan yang terdata di e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok)
 
“Provinsi Bengkulu sendiri, tercatat sudah ada 3 (tiga) Kabupaten yang menerapkan Kartu Tani sebagai syarat penebusan Pupuk Urea bersubidi, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran. Tiga Kabupaten tersebut yaitu Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Kepahiang dan 1 (satu) Kota Bengkulu.
 
Dasar hukum yang menjadi acuan Pusri dalam proses penjualan dan penyaluran pupuk yaitu Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi dari lini I sampai lini IV dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 tahun 2020 tentang alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020, juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 tahun 2020 beserta turunannya yakni SK Ka Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten/Kota Bengkulu perihal alokasi.
 
Hingga 9 September 2020 Penjualan PSO Bengkulu telah menyalurkan Pupuk Urea bersubsidi sebesar 15.190 ton 107% dari Alokasi pemerintah sebesar 14.218 ton atau 81% dari 18.847 ton dari Alokasi Tahun anggaran 2020.
 
Terkait pengawasan Pupuk Indonesia Grup telah didukung dengan sistem monitoring dan penebusan berbasis teknologi informasi digital yakni SIAGA dan Web Commerce (WCM). “SIAGA merupakan berbasis web dan mobile yang bisa mengontrol transaksi oleh kios dan juga informasi stok pupuk bersubsidi yang dapat diakses secara realtime dan akurat. Sedangkan WCM dapat mengontrol penebusan oleh distributor sesuai alokasi. Dan kami juga intens melaksanakan korodinasi dengan pihak Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida dalam penyaluran pupuk urea bersubsidi.” ujar Farlen.
 
Menurut Farlen, Pusri menjamin terpenuhinya stok pupuk urea bersubsidi di Gudang Lini 3 sampai di Lini 4 (kios resmi). Dengan jumlah stok pupuk urea bersubsidi per tanggal 9 September 2020 di Gudang Lini 3 yakni di GPP Pusri Pulau Bai dan GD Argamakmur adalah 3.793 ton dan jumlah stok di Gudang Lini 4 Kios resmi yang tersebar di 10 Kab/Kota Provinsi Bengkulu adalah 1.200 ton sehingga ketersedian stok mencukupi sampai 3 bulan ke depan dari alokasi pemerintah.
 
Walaupun masih dalam kondisi wabah COVID-19, Pusri senantiasa memastikan terpenuhinya kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani. “Untuk petani yang tidak tercantum dalam e-RDKK, kami telah menyiapkan stok pupuk non subsidi di setiap kios, ” tutup Farlen.
 
***
 
Informasi lebih lanjut:
Manager Humas - Soerjo Hartono