Berdiri sebagai pelopor produsen pupuk UREA di Indonesia, PT Pupuk Sriwidjaja kini telah berkontribusi lebih dari 50 tahun untuk mendukung ketahanan pangan bangsa. Di tengah perkembangan pesatnya, PT Pupuk
Sriwidjaja tetap menggunakan nama PUSRI sebagai merk dagang.
Mari, bersinergi bersama PUSRI mendukung
kemakmuran nasional!
PALEMBANG – Sebagai ajang tahunan bagi para inovator, PT Pusri Palembang yang merupakan bagian dari holding PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya terhadap inovasi melalui penyelenggaraan Grand Final & Awarding SRINOVA (Pusri Innovation) 2026 di Pusri Grand Ballroom, Kamis (24/9). Puncak kegiatan ini menjadi momentum apresiasi bagi insan Pusri yang telah menghadirkan berbagai ide, solusi, dan inovasi untuk mendukung peningkatan kinerja serta
keberlanjutan perusahaan.
Mengusung tema “Meneladani Keteguhan Petani, Memupuk Masa Depan Negeri”, SRINOVA 2026 menjadi wadah bagi insan Pusri untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi, teknologi, dan semangat keberlanjutan, SRINOVA menjadi bagian dari upaya Pusri dalam memupuk masa depan negeri.
Pada puncak penyelenggaraan SRINOVA 2026, BOS A TO Z berhasil meraih predikat Pusri Grand Champion. Inovasi ini mengangkat penguatan metode combustion untuk analisa nitrogen NPK yang menjadikan Pusri sebagai pionir dalam pengajuan standar baru pada SNI 2803:2024 yang berlaku secara nasional. Penerapan inovasi tersebut mampu mempercepat waktu analisis laboratorium dari sekitar 2 jam menjadi 30 menit, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan bahan kimia serta mendukung peningkatan produksi NPK tepat formula.
Sebanyak 23 inovasi terbaik Pusri turut ditampilkan melalui booth inovasi pada kegiatan Grand Final. Kehadiran booth ini memberikan kesempatan kepada para inovator untuk memperkenalkan inovasi yang telah dikembangkan sekaligus berbagi pengetahuan mengenai solusi dan penerapannya di lingkungan perusahaan.
Rangkaian SRINOVA 2026 sendiri telah melalui proses seleksi dan penjurian secara berjenjang, mulai dari Ideation Screening, penjurian tingkat kompartemen, tingkat perusahaan, hingga Grand Final. Proses tersebut diawali dengan seleksi terhadap 563 ide inovasi dan 545 inovasi terimplementasi, dengan melibatkan juri lintas bidang. Inovasi dan ideation terpilih selanjutnya akan menjalan proses inkubasi dan replikasi serta komersialisasi untuk memberikan dampak yang lebih luas dan berkesinambungan.
Inovasi yang ditampilkan dalam SRINOVA 2026 mencakup berbagai bidang yang sejalan dengan fokus perusahaan, antara lain Agrochemical Business Transformation, Operational Excellence & Global Competitiveness, serta Governance, Risk & People Development. Fokus tersebut meliputi pengembangan produk dan teknologi agrokimia, peningkatan efisiensi produksi, optimalisasi proses, peningkatan kualitas produk dan layanan, penguatan tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, hingga aspek keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan.
Direktur Utama Pusri, Maryono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan inovator yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan SRINOVA 2026. Menurutnya, inovasi memiliki peran penting dalam menghadapi perkembangan teknologi, transformasi industri, serta berbagai tantangan global yang semakin dinamis.
“Di tengah perkembangan teknologi, transformasi industri, serta tantangan global yang semakin dinamis, inovasi menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan,” ujar Maryono.
Maryono menambahkan, berbagai gagasan dan karya inovatif yang ditampilkan melalui SRINOVA diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara luas sehingga memberikan dampak positif bagi perusahaan, petani, masyarakat, dan Indonesia.
“Melalui SRINOVA 2026, saya berharap berbagai gagasan dan karya inovatif yang ditampilkan tidak hanya menjadi sebuah pencapaian, tetapi juga dapat dikembangkan dan diterapkan secara luas sehingga menghasilkan dampak positif bagi perusahaan, petani, masyarakat, dan Indonesia,” lanjutnya.
Selain menjadi ajang apresiasi bagi para inovator, Grand Final & Awarding SRINOVA 2026 juga menghadirkan Keynote Speaker Mr. Xiao Dunfeng, Vice President Wuhuan Engineering Co., Ltd yang datang langsung dari China. Kehadiran Mr. Xiao Dunfeng memberikan wawasan dan perspektif
inspiratif bagi peserta mengenai inovasi, teknologi, serta kolaborasi dalam menghadapi perkembangan industri.
Dalam pelaksanaannya, SRINOVA 2026 menetapkan empat kriteria utama dalam penilaian inovasi, yaitu Strategis & Kontekstual, Implementatif & Tervalidasi, Berdampak Bernilai Tinggi, serta Berkesinambungan. Kriteria tersebut menjadi pedoman dalam menilai inovasi berdasarkan relevansinya terhadap kebutuhan perusahaan, penerapan nyata di lapangan, dampak yang dihasilkan, serta keberlanjutan dan potensi replikasinya.
Melalui SRINOVA 2026, Pusri terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang terbuka terhadap gagasan baru dan solusi inovatif. Semangat tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi antarinsan Pusri dalam menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya saing perusahaan, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi Indonesia. Inovasi, Kolaborasi, Dampak Nyata untuk Indonesia, menjadi semangat yang terus dibawa dalam penyelenggaraan SRINOVA 2026 untuk bersama-sama memupuk masa depan negeri.
***
Palembang, 25 September 2026
Informasi lebih lanjut :
VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri
Rustam Effendi – 08127378730
Layanan Pelanggan :
Telpon Bebas Pulsa : 08001008001
WhatsApp : 081110001959
Email : [email protected]
PALEMBANG - PT Pusri Palembang terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sebagai salah satu bagian dari Program Kampung Sehati, Pusri menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Menjahit Kampung Sehati dengan tema “Jahit Kreatif, Mandiri Produktif” sebagai upaya mendukung penerapan ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan.
Pelatihan ini diikuti oleh ibu-ibu Kampung Sehati dengan salah satu kegiatan utama berupa pemanfaatan baju seragam bekas menjadi berbagai produk upcycle yang fungsional dan memiliki nilai ekonomi. Baju seragam yang sebelumnya tidak lagi digunakan diolah kembali melalui kreativitas dan keterampilan menjahit menjadi produk baru yang dapat dimanfaatkan serta berpotensi untuk dipasarkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pusri dalam mengurangi limbah tekstil melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain meningkatkan keterampilan menjahit dan kreativitas peserta, pelatihan ini juga mendorong masyarakat untuk melihat barang yang sudah tidak digunakan sebagai potensi yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
VP TJSL Pusri, Rahmawati, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pusri dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular.
“Melalui Pelatihan Menjahit Kampung Sehati ini, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya ibu ibu, agar dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas sekaligus melihat peluang ekonomi dari barang-barang yang sebelumnya tidak lagi digunakan. Baju seragam bekas dapat diolah menjadi produk baru yang fungsional dan memiliki nilai jual. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Rahmawati.
Lebih lanjut, Rahmawati menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan penerapan prinsip Creating Shared Value (CSV), di mana program pemberdayaan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan nilai bersama melalui pengembangan potensi
ekonomi lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui pelatihan ini, Pusri berharap masyarakat Kampung Sehati dapat semakin mandiri dan produktif dalam mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Produk-produk hasil upcycle juga diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat
secara berkelanjutan.
Dengan semangat “Limbah Jadi Berkah, Sampah Jadi Rupiah”, Pusri terus berkomitmen menghadirkan program TJSL yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi sirkular melalui kreativitas, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
***
Palembang, 07 September 2026
Informasi lebih lanjut :
VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri
Rustam Effendi – 08127378730
Layanan Pelanggan :
Telpon Bebas Pulsa : 08001008001
WhatsApp : 081110001959
Email : [email protected]
JAKARTA — Kabar membanggakan datang dari Desa Tebat Benawa, Pagar Alam, Sumatera Selatan. Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa berhasil meraih Terbaik I Skema Hutan Adat pada Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026. Prestasi ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mengembangkan potensi wilayah secara berkelanjutan.
Penghargaan Wana Lestari diserahkan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (13/8), dan diterima langsung oleh Ketua LPHA Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa, Budiono.
Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Kehutanan kepada perorangan, kelompok, dan masyarakat yang berprestasi serta menjadi teladan dalam menjaga kelestarian hutan dan menghadirkan inovasi nyata dalam pengelolaan hutan. Capaian Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai salah satu Desa Binaan Pusri, prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pusri. Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
VP TJSL Pusri, Rahmawati menyampaikan, “Pusri turut bangga atas prestasi Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa sebagai Terbaik I Skema Hutan Adat Wana Lestari 2026. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan komitmen masyarakat dalam menjaga hutan serta mengelola potensi wilayah secara berkelanjutan”, terang Rahma.
Keberhasilan Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa tidak hanya sebagai pencapaian dalam bidang lingkungan, tetapi juga sebagai bukti bahwa masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga sumber daya alam sekaligus mengembangkan potensi lokal. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan hutan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun mendatang.
Melalui program pemberdayaan masyarakat, Pusri terus mendorong penguatan potensi lokal dan kemandirian masyarakat melalui kolaborasi yang memberikan manfaat berkelanjutan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pusri dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Prestasi Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di berbagai daerah bahwa kelestarian hutan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bagi Pusri, capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi dan pendampingan bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lestari, masyarakat yang berdaya, serta pembangunan yang berkelanjutan.
***
Palembang, 27 Agustus 2026
|
Informasi lebih lanjut : VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri Rustam Effendi – 08127378730 |
Layanan Pelanggan : Telpon Bebas Pulsa : 08001008001 WhatsApp : 081110001959 Email : [email protected] |
Pupuk yang kaya akan nitrogen dan cocok digunakan semua jenis tanaman. Bersifat mudah larut dalam air dan higroskopis (menghisap air).
Pupuk majemuk dengan unsur hara Nitrogen (N), Phosphate (P), dan Kalium (K). Teknologi pabrik NPK Fusion unggul karena fleksibilitasnya dengan biaya investasi rendah.
Senyawa kimia gas berbau tajam sebagai bahan mentah produksi kimia. Dipasarkan dalam bentuk cair pada suhu -33 derajat Celsius dengan kemurnian minimal 99,5% (0,5% berupa air).
Setelah diresmikan Menteri BUMN Bpk. Erick Thohir tanggal 28 Agustus 2021 lalu, Program Makmur langsung ditindaklanjuti PT Pusri Palembang melalui serangkaian proses pengembangan ekosistem bersama dengan mitra integrator. “Sejak awal tahun, PT Pusri sudah memulai program yang dulunya bernama Agrosolution ini (sekarang Program Makmur) dengan memberikan pendampingan dan pembinaan kepada Kelompok Tani di beberapa provinsi wilayah kerja PT Pusri. Pembinaan dilakukan dengan mengoptimalkan cara budidaya tanaman yang baik agar lebih produktif.
Ikuti panduan tipe dan dosis pupuk sesuai dengan jenis tanaman pertanian Anda untuk mencapai hasil menguntungkan.
Tidak menemukan tanaman yang Anda cari?
Selain unggul berinovasi di produk pupuk, PUSRI terus berkontribusi bagi bangsa melalui beragam lini bisnis lain di antaranya energi dan logistik. Ayo kunjungi situs bisnis unit terkini PUSRI!