Pusri News

Mass Media News

Find out the latest information about Pusri from the media spotlight.

news-1

19 September 2026

DUKUNG PERTANIAN DI LAMPUNG, DIREKSI PUSRI NGOBROL BARENG DISTRIBUTOR NPK SUBSIDI
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Untuk menjalin silaturrahmi dengan stakeholders, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar acara “NGOBAR”  Ngobrol Bareng Direksi bersama Distributor Pupuk NPK Subsidi di wilayah Lampung, bertempat di Tabek Indah Resort, Natar, Lampung Selatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19, Rabu (15/09/2021).
 
Acara ini dilaksanakan untuk mengapresiasi dan mendukung pengembangan pertanian di Provinsi Lampung yang telah mendapatkan penghargaan Bidang Pertanian dari Kementerian Pertanian RI yaitu peringkat pertama Bakti Tani 2021 kategori Provinsi dan Kabupaten dengan peningkatan produksi padi tertinggi di Indonesia Tahun 2019-2020.
 
Sebanyak 23 (dua puluh tiga) distributor pupuk NPK subsidi berpartisipasi pada acara ngobrol santai dengan Direktur Utama PT Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh. Peserta mendapatkan knowledge terkait produk-produk Pusri berikut manfaat dan cara penggunaannya. Disamping itu peserta juga berdiskusi bagaimana mendukung pengembangan pertanian di Lampung dengan penyaluran pupuk yang optimal.
 
“Pusri sangat mengapresiasi kinerja dan kerja keras Distributor pupuk subsidi di wilayah Lampung, untuk kegiatan kali ini kami mengundang distributor pupuk NPK bersubsidi. Melalui silaturrahmi ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Pusri sebagai produsen pupuk dengan distributor pupuk NPK subsidi yang ada di Kota Lampung. Kedepannya program seperti ini akan terus dilaksanakan guna terciptanya hubungan baik antara Pusri dengan Distributor pupuk,” ujar Tri menutup diskusi . (RIL)


Sumber:https://sumsel.tribunnews.com/2021/09/16/dukung-pertanian-di-lampung-direksi-pusri-ngobrol-bareng-distributor-npk-subsidi

Read More
news-1

19 September 2026

Pastikan Distribusi Pupuk Lancar, Bupati Gunungkidul Sidak Gudang Pupuk
KBRN, Gunungkidul : Berdasar ramalan BMKG musim hujan di Gunungkidul akan normal terjadi di minggu akhir Oktober 2021. Seiring dengan datangnya musim hujan tentunya akan dimulai juga musim tanam pertama tahun 2021/2022 di Gunungkidul, oleh karena itu kebutuhan akan sarana prasarana pupuk menjadi kebutuhan utama para petani di awal musim tanam 2021/2022.
 
Guna memastikan ketersediaan pupuk Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta melaksanakan sidak ke Gudang pupuk bersubsidi milik PT PUSRI dan PT PETROKIMIA di Gunungkidul, pada Senin (13/9). Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan PT PUSRI Imam Triyono,SE dan perwakilan PT PETROKIMIA Ilham Darmawan, SP, juga Kadis Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul Kelik Yunianto, S.Sos, MM. beserta perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul.
 
Pada saat sidak pupuk bersubsidi jenis urea di Gudang PT PUSRI Jeruk Wonosari Imam Triyono menjelaskan kesiapan pupuk urea bersubsidi di Gunungkidul stok di Gudang mencapai 1.100 ton dari kapasitas Gudang 3000 ton.
 
Saat ini masih dalam perjalanan tambahan stok sebanyak 600 ton urea menambah stok yang ada. Untuk penebusan lancar, pada bulan Agustus telah didistribusikan 600 ton ke petani melalui distributor dan kios kios atau rata rata 20 ton sehari disalurkan ke petani.
 
Angka penyaluran pupuk urea bersubsidi sampai dengan bulan Agustus secara kumulatif mencapai 4.087 ton atau 22% dari kuota 17.979 ton urea untuk kabupaten Gunungkidul. Harapannya petani segera menebus sisa kuota yang ada agar pupuk bisa terserap semuanya.
 
Dalam kesempatan tersebut Bupati Gunungkidul Sunaryanta berpesan agar kebutuhan pupuk petani tercukupi, karena kabupaten Gunungkidul sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani, sehingga kegiatan pertanian merupakan hal pokok, dan pupuk menjadi kebutuhan utama setiap musim tanam tiba. Dirinya berharap ada kemudahan dalam penebusan pupuk sehingga petani tidak mengalami kesulitan pada saat butuh pupuk.
 
Menanggapi hal tersebut Imam Triyono perwakilan PT PUSRI menjelaskan bahwa untuk kemudahan penebusan pupuk bisa dilaksanakan dengan kartu tani, ataupun secara manual tetap dilayani dengan catatan bahwa petani telah terdaftar di eRDKK dan mengisi blanko permintaan pupuk dan fotokopi KTP.
 
Selain itu kuota pupuk urea di Gunungkidul telah ada penambahan dibanding tahun sebelumnya sehingga dijamin stok yang ada mencukupi kebutuhan pupuk semua petani Gunungkidul.
 
Acara dilanjutkan pemantauan stok pupuk bersubsidi PT PETROKIMIA di Gudang Semanu yang diterima perwakilan PT PETROKIMIA Ilham Darmawan, SP.
 
Dalam laporannya Ilham Darmawan menjelaskan kuota pupuk bersubsidi dari PT PETROKIMIA sejumlah kurang lebih 11.000 ton untuk kabupaten Gunungkidul terdiri NPK 8.251 ton, SP-36 sejumlah 1.421 ton dan ZA 687 ton, serta pupuk organic padat 855 ton, pupuk organic cair 2.138 ton.
 
Khusus untuk pupuk NPK Phonska sudah terealisasi penyaluran sejumlah 3.400 ton dan di gudang tersedia 176 ton siap disalurkan ke petani.  Menurut Ilham kuota pupuk 2021 lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan cukup untuk kebutuhan petani Gunungkidul.


Sumber:https://rri.co.id/yogyakarta/bisnis/ekonomi/1193805/pastikan-distribusi-pupuk-lancar-bupati-gunungkidul-sidak-gudang-pupuk?

Read More
news-1

19 September 2026

Jatah Naik, Bupati Klaim Ketersediaan Pupuk Bagi Petani Gunungkidul Tercukupi
Wonosari, (kupass.com)–Jatah pupuk bersubsidi yang diperuntukan bagi warga masyarakat Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut diklaim akan memenuhi kebutuhan pata petani yang ada di Kabupaten Gunungkidul pada persiapan masa tanam tahun ini.
 
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menjelaskan, kenaikan jatah pupuk bersubsidi ini mengalami kenaikan yang cukup banyak. Peningkatan tersebut menurut Bupati atas permintaan penyedia pupuk bersubsidi dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri).
 
“Pada tahun lalu Gunungkidul mendapatkan kouta 13 ribu ton. Pada tahun ini mengalami peningkatan total sebanyak 17,9 ribu ton,”tutur Sunaryanta saat melakukan tinjauan ke Gudang PT Pusri di wilayah Kelurahan Wonosari pada Senin (13/09/2021).
 
Peningkatan kouta pupuk subsidi ini disebut Sunaryanta menyesuaikan kebutuhan para petani di Kabupaten Gunungkidul. Pupuk subsidi ini telah didistribusikan ke sejumlah wilayah distributor dan kios yang tersebar di Gunungkidul.
 
Perwakilan Penjualan PT Pusri Wilayah DIY dan Jateng, Imam Triyono menjelaskan proses distribusi dilakukan secara berjenjang. Mulai dari pabrik pusat di Palembang, Sumatra Selatan menuju ke Semarang, Jawa Tengah.
 
“Dari lini 1 sampai 3 di DIY, kemudian berlanjut ke distributor, kios, baru sampai ke petani,”terangnya.
 
Para letani yang ingin mendapatkan pupuk bersubsidi ini dapat menggunakan Kartu Tani. Hal ini dilakukan sebagai upaya pendataan kuota pupuk yang bisa diterima petani.
 
“Kendalanya belum semua petani memiliki Kartu Tani. Tetapi dapat memperoleh secara manual asalkan sudah terdaftar dalam sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK),”pungkasnya.


Sumber: https://kupass.com/ekonomi/jatah-naik-bupati-klaim-ketersediaan-pupuk-bagi-petani-gunungkidul-tercukupi/

Read More
news-1

19 September 2026

Program Makmur Genjot Produktivitas Petani Singkong & Padi di Lampung Tengah
Merdeka.com - Program Makmur budidaya singkong di Lampung Tengah dinilai telah meningkatkan produktivitas petani hingga 30 persen. Sebab dalam program ini petani bisa mendapatkan pembiayaan sekaligus akses kepada pupuk terbaik dan mendapatkan pelatihan hingga mencarikan pasar produk hasil panen.
 
"Program ini dia dapat pendanaan dan pupuk yang bagus, serta bisa meningkatkan produktivitas sampai 20-30 persen," kata Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga dalam keterangan persnya, Jakarta, Minggu (12/9).
 
Program yang digagas PT Pupuk Indonesia (Persero) telah bisa meningkatkan pendapatan petani. Sehingga kesejahteraan petani semakin membaik. Pemerintah menargetkan 4 juta hektar bisa memanfaatkan Program Makmur untuk meningkatkan kesejahteraan petani seluruh Indonesia. "Kalau semua tercapai, petani kita akan sejahtera," kata Arya.
 
Senior Project Manager Program Makmur Pupuk Indonesia, Supriyoto, mengatakan Program Makmur Lampung Tengah berfokus pada budidaya singkong. Di atas lahan seluas 30 hektar ini telah melibatkan 20 orang petani yang dipimpin PT Pusri Palembang.
 
"Dalam kegiatan di wilayah Lampung ini, project leader-nya adalah PT Pusri Palembang", kata Supriyoto.
 
Para petani peserta program, mendapatkan jaminan permodalan, penyediaan pupuk berkualitas, benih dan pestisida serta mendapatkan konsultasi dari para ahli agronomi. Selain itu, petani juga mendapatkan jaminan adanya pembeli dengan harga yang menguntungkan petani.
 
"Kami juga melakukan kawalan teknologi, bekerjasama dengan pemerintah setempat memberikan pendampingan kepada petani agar hasilnya optimal," jelas Supriyoto.
 
Selain budidaya singkong, Program Makmur di Lampung Tengah juga akan dilakukan untuk petani padi di Kecamatan Gedung Meneng. Program ini akan menggarap lahan seluas 492 hektar. Selain itu, juga di Lampung Selatan untuk budidaya jagung di Kecamatan Natar di atas lahan 10 hektar.
 
"Ini baru awal, kegiatan Makmur di provinsi Lampung akan terus kami tingkatkan karena memang potensinya sangat besar", kata Supriyoto.
 
Secara nasional realisasi Program Makmur telah mencapai 40.332 hektar dan melibatkan 28.884 petani. Hampir keseluruhan program dilakukan dengan memanfaatkan pupuk non subsidi. Dari hasil panen di sejumlah daerah menunjukan, petani yang mengikuti Program Makmur dapat meningkatkan produksinya hingga rata-rata 42 persen untuk tanaman jagung, dan 34 persen untuk tanaman padi.
 
"Keuntungan petani juga meningkat rata-rata sebesar 52 persen untuk tanaman padi, dan 41 persen untuk tanaman jagung", kata Supriyoto.
 
Salah satu peserta program, Supadman (55) di Kecamatan Seputih Mataram, mengaku terbantu ketika menjadi bagian program. Menurutnya, program ini banyak manfaat mulai dari kebutuhan permodalan sampai hal-hal teknis.
 
"Kami memperoleh kebutuhan modal, pupuk, pestisida, dan lain-lain dalam bentuk barang, kami juga banyak dibantu PPL, diberi pengarahan-pengarahan. Harga jual juga sudah jelas," kata Supadman.


Sumber:https://m.merdeka.com/amp/uang/program-makmur-genjot-produktivitas-petani-singkong-amp-padi-di-lampung-tengah.html

Read More
news-1

19 September 2026

Program 'MAKMUR', Cara Erick Thohir Sejahterakan Petani Lampung
SRIPOKU.COM - Usai diluncurkan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, akhir Agustus lalu, Program Makmur, yaitu program agrosolusi dari PT Pupuk Indonesia (Persero), terus berlanjut.
 
Kali ini program tersebut telah dijalankan di Provinsi Lampung, baik untuk komoditas singkong, jagung maupun padi.
 
Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat meninjau Program Makmur budidaya singkong di Desa Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pangubuan, Lampung Tengah, menyampaikan bahwa melalui program ini, petani mendapatkan banyak kemudahan.
 
“Lewat program ini bibitnya dicarikan, pupuknya diberi, ada pelatihannya, ada bimbingannya dan nanti akan dicarikan juga pembeli dan offtaker-nya.”, kata Arya.
 
Ia menambakan bahwa program ini merupakan satu ekosistem untuk membantu petani.
 
“Dan lebih hebat lagi program ini dia dapat pendanaan dan pupuk yang bagus, serta bisa meningkatkan produktivitas sampai 20-30 persen”, tambahnya.
 
Lebih lanjut Arya mengatakan lewat Program Makmur dari Pupuk Indonesia ini, pendapatan petani bisa meningkat, jika harganya bagus maka petani akan semakin sejahtera dan makin baik.
 
“Jadi ini programnya Pupuk Indonesia yang keren dan Pak Menteri akan dorong terus”, katanya.
 
Ke depan Arya berharap program ini bisa mencapai target sebesar 4 juta hektar sebagaimana diharapkan Menteri BUMN. “Kalau semua tercapai, petani kita akan sejahtera”, demikian Arya.
 
Senior Project Manager Program Makmur Pupuk Indonesia, Supriyoto, mengatakan bahwa di Program Makmur Lampung Tengah ini sendiri, adalah budidaya singkong di atas lahan seluas 30 hektar dan melibatkan 20 orang petani.
 
“Dalam kegiatan di wilayah Lampung ini, project leader-nya adalah PT Pusri Palembang”, kata Supriyoto.
 
Para petani peserta program, mendapatkan jaminan permodalan, penyediaan pupuk berkualitas, benih dan pestisida serta mendapatkan konsultasi dari para ahli agronomi.
 
“Kami juga melakukan kawalan teknologi, bekerjasama dengan pemerintah setempat memberikan pendampingan kepada petani agar hasilnya optimal”, jelas Supriyoto.
 
Selain itu, petani juga mendapatkan jaminan adanya pembeli dengan harga yang menguntungkan petani.
 
Salah satu peserta Program, Supadman, 55, petani yang berdomisili di Kecamatan Seputih Mataram,  mengungkapkan dirinya sangat senang karena mendapatkan banyak manfaat dari program ini.
 
“Kami memperoleh kebutuhan modal, pupuk, pestisida, dan lain-lain dalam bentuk barang, kami juga banyak dibantu PPL, diberi pengarahan-pengarahan. Harga jual juga sudah jelas.”, jelasnya.
 
Selain budidaya singkong, di Lampung Tengah Program Makmur juga akan dilakukan untuk petani padi di Kecamatan Gedung Meneng di atas lahan seluas 492 hektar.
 
Selain itu, juga di Lampung Selatan untuk budidaya jagung di Kecamatan Natar di atas lahan 10 hektar.
 
“Ini baru awal, kegiatan Makmur di propinsi Lampung akan terus kami tingkatkan karena memang potensinya sangat besar”, kata Supriyoto.
 
Realisasi Program Makmur hingga saat ini, secara nasional telah mencapai 40.332 hektar, dan melibatkan 28.884 petani. Hampir keseluruhan program dilakukan dengan memanfaatkan pupuk non subsidi.
 
Dari hasil panen di sejumlah daerah, menunjukan bahwa petani yang mengikuti Program Makmur dapat meningkatkan produksinya hingga rata-rata 42% untuk tanaman jagung, dan 34% untuk tanaman padi.
 
“Keuntungan petani juga meningkat rata-rata sebesar 52% untuk tanaman padi, dan 41% untuk tanaman jagung”, tutup Supriyoto. (Ril)


Sumber:https://palembang.tribunnews.com/2021/09/11/program-makmur-cara-erick-thohir-sejahterakan-petani-lampung

Read More
news-1

19 September 2026

Program Makmur, Cara Erick Thohir Sejahterakan Petani Lampung
TRIBUNSUMSEL.COM - Usai diluncurkan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, akhir Agustus lalu, Program Makmur, yaitu program agrosolusi dari PT Pupuk Indonesia (Persero), terus berlanjut. Kali ini program tersebut telah dijalankan di Propinsi Lampung, baik untuk komoditas singkong, jagung maupun padi.
 
Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat meninjau Program Makmur budidaya singkong di Desa Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pangubuan, Lampung Tengah, menyampaikan bahwa melalui program ini, petani mendapatkan banyak kemudahan. “Lewat program ini bibitnya dicarikan, pupuknya diberi, ada pelatihannya, ada bimbingannya dan nanti akan dicarikan juga pembeli dan offtaker-nya.”, kata Arya. Ia menambakan bahwa program ini merupakan satu ekosistem untuk membantu petani. “Dan lebih hebat lagi program ini dia dapat pendanaan dan pupuk yang bagus, serta bisa meningkatkan produktivitas sampai 20-30 persen”, tambahnya.
 
Lebih lanjut Arya mengatakan lewat Program Makmur dari Pupuk Indonesia ini, pendapatan petani bisa meningkat, jika harganya bagus maka petani akan semakin sejahtera dan makin baik. “Jadi ini programnya Pupuk Indonesia yang keren dan Pak Menteri akan dorong terus”, katanya. Ke depan Arya berharap program ini bisa mencapai target sebesar 4 juta hektar sebagaimana diharapkan Menteri BUMN. “Kalau semua tercapai, petani kita akan sejahtera”, demikian Arya.
 
Senior Project Manager Program Makmur Pupuk Indonesia, Supriyoto, mengatakan bahwa di Program Makmur Lampung Tengah ini sendiri, adalah budidaya singkong di atas lahan seluas 30 hektar dan melibatkan 20 orang petani. “Dalam kegiatan di wilayah Lampung ini, project leader-nya adalah PT Pusri Palembang”, kata Supriyoto. Para petani peserta program, mendapatkan jaminan permodalan, penyediaan pupuk berkualitas, benih dan pestisida serta mendapatkan konsultasi dari para ahli agronomi.  “Kami juga melakukan kawalan teknologi, bekerjasama dengan pemerintah setempat memberikan pendampingan kepada petani agar hasilnya optimal”, jelas Supriyoto. Selain itu, petani juga mendapatkan jaminan adanya pembeli dengan harga yang menguntungkan petani.
 
Salah satu peserta Program, Supadman, 55, petani yang berdomisili di Kec. Seputih Mataram,  mengungkapkan dirinya sangat senang karena mendapatkan banyak manfaat dari program ini. “Kami memperoleh kebutuhan modal, pupuk, pestisida, dan lain-lain dalam bentuk barang, kami juga banyak dibantu PPL, diberi pengarahan-pengarahan. Harga jual juga sudah jelas.”, jelasnya.
 
Selain budidaya singkong, di Lampung Tengah Program Makmur juga akan dilakukan untuk petani padi di Kecamatan Gedung Meneng di atas lahan seluas 492 hektar. Selain itu, juga di Lampung Selatan untuk budidaya jagung di Kecamatan Natar di atas lahan 10 hektar. “Ini baru awal, kegiatan Makmur di propinsi Lampung akan terus kami tingkatkan karena memang potensinya sangat besar”, kata Supriyoto.
 
Realisasi Program Makmur hingga saat ini, secara nasional telah mencapai 40.332 hektar, dan melibatkan 28.884 petani. Hampir keseluruhan program dilakukan dengan memanfaatkan pupuk non subsidi. Dari hasil panen di sejumlah daerah, menunjukan bahwa petani yang mengikuti Program Makmur dapat meningkatkan produksinya hingga rata-rata 42% untuk tanaman jagung, dan 34% untuk tanaman padi. “Keuntungan petani juga meningkat rata-rata sebesar 52% untuk tanaman padi, dan 41% untuk tanaman jagung”, tutup Supriyoto.


Sumber: https://sumsel.tribunnews.com/2021/09/11/program-makmur-cara-erick-thohir-sejahterakan-petani-lampung

Read More
news-1

19 September 2026

Program Makmur jadi upaya Erick Thohir sejahterakan petani Lampung
 
Palembang (ANTARA) - Program makmur (agrosolusi) menjadi upaya Menteri BUMN Erick Thohir untuk menyejahterakan petani di Provinsi Lampung karena dapat membantu dalam pengembangan komoditas singkong, jagung dan padi dari hulu hingga hilir.
 
Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, saat meninjau Program Makmur budidaya singkong di Desa Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pangubuan, Lampung Tengah, Sabtu, mengatakan program yang diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir pada akhir Agustus lalu ini memberikan kemudahan bagi petani mulai dari proses tanam hingga penyerapan produksi oleh pasar.
 
‘’Lewat program ini bibitnya dicarikan, pupuknya diberi, ada pelatihannya, ada bimbingannya dan nanti akan dicarikan juga pembeli dan offtaker-nya,” kata Arya.
 
Ia menambakan bahwa program ini merupakan suatu ekosistem untuk membantu petani karena mereka mendapatkan pendanaan untuk memperoleh pupuk yang baik sehingga produktivitas terkerek 20-30 persen.
 
Arya mengatakan lewat Program Makmur dari Pupuk Indonesia ini, pendapatan petani bisa meningkat sehingga Menteri BUMN terus mendorong agar terus berlanjut.
 
Ke depan, program ini bisa mencapai target sebesar 4 juta Hektare sebagaimana diharapkan Menteri BUMN. “ Kalau semua tercapai, petani kita akan sejahtera,” demikian Arya.
 
Senior Project Manager Program Makmur Pupuk Indonesia Supriyoto mengatakan bahwa di Program Makmur Lampung Tengah ini berupa budidaya singkong di atas lahan seluas 30 Hektare dan melibatkan 20 orang petani.
 
”Dalam kegiatan di wilayah Lampung ini, project leader-nya adalah PT Pusri Palembang,” kata Supriyoto. Para petani peserta program, mendapatkan jaminan permodalan, penyediaan pupuk berkualitas, benih dan pestisida serta mendapatkan konsultasi dari para ahli agronomi.
 
“Kami juga melakukan kawalan teknologi, bekerjasama dengan pemerintah setempat memberikan pendampingan kepada petani agar hasilnya optimal,” kata Supriyoto.
 
Selain itu, petani juga mendapatkan jaminan adanya pembeli dengan harga yang menguntungkan petani. Salah satu peserta Program Makmur, Supadman (55), petani asal Kecamatan Seputih Mataram mengatakan dirinya sangat senang karena mendapatkan banyak manfaat dari program ini.
 
“Kami memperoleh kebutuhan modal, pupuk, pestisida, dan lain-lain dalam bentuk barang, kami juga banyak dibantu PPL, diberi pengarahan-pengarahan. Harga jual juga sudah jelas,” kata dia.
 
Selain budidaya singkong, di Lampung Tengah, Program Makmur juga akan dilakukan untuk petani padi di Kecamatan Gedung Meneng di atas lahan seluas 492 Hektare.
 
Selain itu, juga di Lampung Selatan untuk budidaya jagung di Kecamatan Natar di atas lahan 10 Hektare. ”Ini baru awal, kegiatan Makmur di Lampung akan terus kami tingkatkan karena memang potensinya sangat besar,” kata Supriyoto.
 
Realisasi Program Makmur hingga saat ini, secara nasional telah mencapai 40.332 Hektare dengan melibatkan 28.884 petani, serta memanfaatkan pupuk non subsidi.
 
Dari hasil panen di sejumlah daerah, menunjukan bahwa petani yang mengikuti Program Makmur dapat meningkatkan produksinya hingga rata-rata 42 persen untuk tanaman jagung, dan 34 persen untuk tanaman padi.
 
”Keuntungan petani juga meningkat rata-rata sebesar 52 persen untuk tanaman padi, dan 41 persen untuk tanaman jagung,” kata dia.
 

Sumber: https://sumsel.antaranews.com/berita/576365/program-makmur-jadi-upaya-erick-thohir-sejahterakan-petani-lampung

 
Read More
news-1

19 September 2026

Lampung Miliki Potensi Besar Serap Program Makmur
BERBAGAI upaya dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan sektor pertanian. Termasuk meningkatkan hasil produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Di Lampung, sebagian besar penduduknya merupakan petani dan hasil pertanian di Lampung cukup besar.
 
Salah satu dorongan dari pemerintah itu terlihat dari langkah Menteri BUMN Erick Thohir, yang meluncurkan Program Makmur pada Agustus lalu. Program ini merupakan salah satu program andalan dari Kementerian BUMN untuk mensejahterakan petani di Lampung.
 
 Ini adalah program agrosolusi dari PT Pupuk Indonesia (Persero) yang terus berlanjut. Untuk di Lampung, sasarannya baik untuk komoditas singkong, jagung maupun padi. Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat meninjau Program Makmur budidaya singkong di Desa Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pangubuan, Lampung Tengah, mengatakan melalui program ini para petani mendapatkan banyak kemudahan.
 
"Lewat program ini bibitnya dicarikan, pupuknya diberi, ada pelatihannya, ada bimbingannya dan nanti akan dicarikan juga pembeli dan offtaker-nya," kata Arya. Menurutnya, program ini merupakan satu ekosistem untuk membantu petani.
 
"Dan lebih hebat lagi program ini dia dapat pendanaan dan pupuk yang bagus, serta bisa meningkatkan produktivitas sampai 20-30 persen," tambahnya. Arya mengatakan lewat Program Makmur dari Pupuk Indonesia ini, pendapatan petani bisa meningkat, jika harganya bagus maka petani akan semakin sejahtera dan makin baik. “Jadi ini programnya Pupuk Indonesia yang keren dan Pak Menteri akan dorong terus," katanya.
 
Ke depan, Arya berharap program ini bisa mencapai target sebesar 4 juta hektar sebagaimana diharapkan Menteri BUMN. “Kalau semua tercapai, petani kita akan sejahtera," kata Arya. Senior Project Manager Program Makmur Pupuk Indonesia, Supriyoto, mengatakan di Program Makmur Lampung Tengah ini sendiri, adalah budidaya singkong di atas lahan seluas 30 hektar dan melibatkan 20 orang petani. “Dalam kegiatan di wilayah Lampung ini, project leader-nya adalah PT Pusri Palembang," kata Supriyoto.
 
Realisasi Program Makmur hingga saat ini, secara nasional telah mencapai 40.332 hektar, dan melibatkan 28.884 petani. Hampir keseluruhan program dilakukan dengan memanfaatkan pupuk non subsidi.
 
Dari hasil panen di sejumlah daerah, menunjukan bahwa petani yang mengikuti Program Makmur dapat meningkatkan produksinya hingga rata-rata 42 persen untuk tanaman jagung, dan 34 persen untuk tanaman padi. “Keuntungan petani juga meningkat rata-rata sebesar 52 persen untuk tanaman padi, dan 41persen untuk tanaman jagung," tutup Supriyoto. (OL-13)


Sumber: https://mediaindonesia.com/nusantara/431958/lampung-miliki-potensi-besar-serap-program-makmur

Read More
news-1

19 September 2026

Cara Menteri BUMN Sejahterakan Petani Lampung Lewat Program Makmur
Jakarta, IDN Times - Setelah diluncurkan Menteri BUMN, Erick Thohir, pada akhir Agustus lalu, Program Makmur yang merupakan program agrosolusi dari PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berlanjut. Kali ini, program tersebut telah dijalankan di Provinsi Lampung, baik untuk komoditas singkong, jagung maupun padi.
 
“Lewat program ini, petani mendapatkan banyak kemudahan. Bibitnya dicarikan, pupuknya diberi, ada pelatihannya, ada bimbingannya dan nanti akan dicarikan juga pembeli dan offtaker-nya,” ujar Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat meninjau Program Makmur budidaya singkong di Desa Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pangubuan, Lampung Tengah.
 
Arya menambakan bahwa Program Makmur merupakan satu ekosistem untuk membantu petani. Lebih hebat lagi, melalui program ini, petani dapat pendanaan dan pupuk yang bagus, serta bisa meningkatkan produktivitas sampai 20%-30%.
 
  1. Petani akan semakin sejahtera dan makin baik
Lebih lanjut Arya mengatakan lewat Program Makmur dari Pupuk Indonesia ini, pendapatan petani bisa meningkat. Jika harganya bagus, petani akan semakin sejahtera dan makin baik.
 
“Jadi, ini programnya Pupuk Indonesia yang keren dan Pak Menteri akan dorong terus. Kalau semua tercapai, petani kita akan sejahtera,” katanya.
 
Ke depan, Arya berharap program ini bisa mencapai target sebesar 4 juta hektare sebagaimana diharapkan Menteri BUMN.
 
Sementara itu, Senior Project Manager Program Makmur Pupuk Indonesia, Supriyoto, mengatakan bahwa di Program Makmur Lampung Tengah adalah budi daya singkong di atas lahan seluas 30 hektare dan melibatkan 20 orang petani.
“Dalam kegiatan di wilayah Lampung ini, project leader-nya adalah PT Pusri Palembang,” ujarnya.
 
  1. Petani juga mendapatkan jaminan adanya pembeli dengan harga yang menguntungkan
Selain itu, para petani peserta Program Makmur akan mendapatkan jaminan permodalan, penyediaan pupuk berkualitas, benih dan pestisida, serta mendapatkan konsultasi dari para ahli agronomi. Petani juga mendapatkan jaminan adanya pembeli dengan harga yang menguntungkan baginya.
 
“Kami juga melakukan kawalan teknologi, bekerja sama dengan pemerintah setempat memberikan pendampingan kepada petani agar hasilnya optimal,” jelas Supriyoto.
 
Salah satu peserta Program Makmur, Supadman, 55, petani yang berdomisili di Kecamatan Seputih Mataram, mengungkapkan dirinya sangat senang karena mendapatkan banyak manfaat dari program ini.
 
“Kami memperoleh kebutuhan modal, pupuk, pestisida, dan lain-lain dalam bentuk barang, kami juga banyak dibantu PPL, diberi pengarahan-pengarahan. Harga jual juga sudah jelas,” jelasnya.
 
  1. Petani yang mengikuti Program Makmur dapat meningkatkan produksinya
Selain budi daya singkong, di Lampung Tengah Program Makmur juga akan dilakukan untuk petani padi di Kecamatan Gedung Meneng di atas lahan seluas 492 hektare. Selain itu, juga di Lampung Selatan untuk budi daya jagung di Kecamatan Natar di atas lahan 10 hektare.
 
“Ini baru awal, kegiatan Makmur di Provinsi Lampung akan terus kami tingkatkan karena memang potensinya sangat besar,” kata Supriyoto.
 
Realisasi Program Makmur hingga saat ini, secara nasional telah mencapai 40.332 hektare, dan melibatkan 28.884 petani. Hampir keseluruhan program dilakukan dengan memanfaatkan pupuk non-subsidi.
 
Dari hasil panen di sejumlah daerah, menunjukkan bahwa petani yang mengikuti Program Makmur dapat meningkatkan produksinya hingga rata-rata 42% untuk tanaman jagung, dan 34% untuk tanaman padi.
 
“Keuntungan petani juga meningkat rata-rata sebesar 52% untuk tanaman padi, dan 41% untuk tanaman jagung”, pungkas Supriyoto. (WEB)


Sumber: https://www.idntimes.com/news/indonesia/amp/ester-ajeng-2/sejahterakan-petani-lewat-program-makmur-csc

Read More
news-1

19 September 2026

Lokasi Bakti Sosial Kesehatan PT Pusri Palembang ke Warga Sekitar, Dimulai Besok di Lorong Kapling
SRIPOKU.COM -  Bentuk kepedulian PT Pusri Palembang, yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), dalam bidang kesehatan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) melaksanakan bakti sosial kesehatan gratis untuk masyarakat sekitar perusahaan yang akan berlangsung selama delapan hari.
 
Hadir pada acara pembukaan ini, VP CSR Pusri, Heri Suharsono, didampingi staf dari Departemen CSR.
 
Heri mengatakan lokasi bakti sosial kesehatan dari Pusri ini adalah yaitu di Lorong Kavling di Kelurahan Sei. Selayur, area lanal atau rumah pintar di Kelurahan I Ilir, Jalan Ratu Sianum di Kelurahan III Ilir, dan Jalan Sabokingking di Kelurahan Sei. Buah.
Bakti sosial kesehatan dari Pusri untuk warga sekitar perusahaan ini digelar 11 September mendatang. Adapun lokasi pertama, yaitu Lorong Kavling, Kelurahan Sei Selayur.
 
“Bakti sosial kesehatan ini kami laksanakan bertujuan untuk membantu meringankan sedikit beban masyarakat lingkungan untuk dapat memperoleh akses berobat gratis,” jelas Heri.
 
Posko pengobatan gratis ini beroperasional mulai dari jam 08.00 s.d 16.00 hingga berakhir pada tanggal 18 September 2021 dengan tenaga medis yang akan melakukan pengobatan serta pemeriksaan berasal dari RS Pusri.
 
Di tengah pandemi Covid-19, menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup yang sehat menjadi sebuah kewajiban setiap orang.
 
Belum lagi akses ke rumah sakit menjadi hal yang cukup sulit karena saat ini banyak digunakan oleh pasien Covid-19.
 
Untuk itu, Pusri melalui kegiatan ini membantu masyarakat yang ingin melakukan beberapa pemeriksaan, seperti cek tensi, darah, pelayanan kesehatan ringan hingga pemberian obat-obatan.
 
“Kami berharap dengan kegiatan ini, dapat mempererat hubungan yang baik dan harmonis dengan masyarakat lingkungan yang telah terjalin selama ini. Serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan," tutup Heri.
 

Sumber: https://palembang.tribunnews.com/2021/09/10/lokasi-bakti-sosial-kesehatan-pt-pusri-palembang-ke-warga-sekitar-dimulai-besok-di-lorong-kapling

Read More
news-1

19 September 2026

Peduli Kesehatan, Pusri Laksanakan Bakti Sosial Kesehatan Gratis Untuk Masyarakat Sekitar Perusahaan
PALEMBANG – Sebagai salah satu bentuk kepedulian PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam bidang kesehatan, melalui  program Corporate Social Responsibility (CSR), Pusri melaksanakan bakti sosial kesehatan gratis untuk masyarakat sekitar perusahaan yang akan berlangsung selama 8 (delapan) hari .
 
Hadir pada acara pembukaan ini VP CSR Pusri, Heri Suharsono didampingi staf dari Departemen CSR. Heri mengatakan  bakti sosial kesehatan ini akan dilaksanakan di 4 (empat) titik lokasi yaitu di Kelurahan Sei. Selayur (Lr. Kavling), Kelurahan I Ilir (Area Lanal / Rumah Pintar), Kelurahan III Ilir (Jl. Ratu Sianum) dan  Kelurahan Sei. Buah (Jl. Sabokingking) yang mulai dilaksanakan pada tanggal 11 September mendatang di lokasi pertama yaitu Lr. Kavling Kelurahan Sei. Selayur.
 
“Bakti Sosial Kesehatan ini kami laksanakan bertujuan untuk  membantu meringankan sedikit beban masyarakat lingkungan untuk dapat memperoleh akses berobat gratis”, jelas Heri.
 
Posko pengobatan gratis ini beroperasional mulai dari jam 08.00 s.d 16.00 hingga  berakhir pada tanggal 18 September 2021 dengan tenaga medis yang akan melakukan pengobatan serta pemeriksaan berasal dari RS Pusri.
 
Ditengah pandemi COVID-19 , menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup yang sehat menjadi sebuah kewajiban setiap orang. Belum lagi akses ke rumah sakit menjadi hal yang cukup sulit karena saat ini banyak digunakan oleh pasien COVID-19.
 
Untuk itu Pusri melalui kegiatan ini membantu masyarakat yang ingin melakukan beberapa pemeriksaan, seperti cek tensi, darah, pelayanan kesehatan ringan hingga pemberian obat-obatan.
 
“Kami berharap dengan kegiatan ini, dapat mempererat hubungan yang baik dan harmonis dengan masyarakat lingkungan yang telah terjalin selama ini. Serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat  untuk menjaga kesehatan,” tutup Heri.
 
 

Sumber: https://sumsel.tribunnews.com/2021/09/10/peduli-kesehatan-pusri-laksanakan-bakti-sosial-kesehatan-gratis-untuk-masyarakat-sekitar-perusahaan

 
 
 
Read More
news-1

19 September 2026

Pusri kawal peningkatan produktivitas jagung melalui Program Makmur
Palembang (ANTARA) - PT Pupuk Sriwijajaya (Pusri) mengawal peningkatan produktivitas tanaman jagung melalui Program Makmur di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
 
Direktur Utama PT Pusri Tri Wahyudi Saleh dalam kegiatan panen raya jagung di Desa Banyu Urip, Kabupaten Banyuasin, Kamis, mengatakan dengan adanya kawalan teknologi oleh Pusri maka terjadi peningkatan hasil panen jagung dari 7 ton menjadi 8,5 ton per Hektare.
 
Bukan hanya itu, terjadi juga peningkatan pembelian jagung kering pipil) yang dibeli offtaker sebesar 19 persen atau menjadi Rp5.200 per Kilogram dengan mengandeng CV Cempaka Putih.
 
“Komoditas jagung ini sangat potensial sekali, karena yang membutuhkan bukan Sumsel saja tapi juga daerah lain. Kami harap kerja sama dengan offtaker ini dapat terus berlanjut,” kata dia.
 
Banyuasin merupakan sentra pangan di Sumatera, bahkan untuk tanaman jagung masuk 10 besar. Ke depan, daerah ini diperkirakan mampu masuk 5 besar karena memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan, kata dia.
 
Pusri memiliki program unggulan yang telah berjalan sejak dua tahun lalu yakni Agrosolution, yang kemudian berganti nama menjadi Program Makmur sejak diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir pada 28 Agustus 2021.
 
Program Makmur berbentuk pengawalan dan pendampingan intensif kepada petani tentang teknologi dan budidaya pertanian. Program bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, meningkatkan keuntungan petani, mengadopsi praktik pertanian unggul dan menyediakan pupuk non-subsidi berkualitas.
 
Di samping itu, program ini juga berkolaborasi dengan para stakeholder seperti perbankan, asuransi, pemerintah daerah, offtaker terus dilakukan sehingga dapat menjadi solusi pertanian yang berkelanjutan bagi petani.
 
Dalam program tersebut, Pusri telah merealisasi luas tanam 9.226 Hektare atau melampaui target tahun ini per Agustus 2021. CV Cempaka Putih sebagai penyelenggaran kegiatan panen raya, merupakan Distributor Integrator Program Makmur yang membuat lahan percontohan (demonstration plot) bekerja sama dengan PT Pusri Palembang untuk komoditas jagung.
 
Demplot tersebut dalam pengawalan teknologi pemupukan, dengan formula pemupukan per Hektare yakni Urea Pusri Non-Subsidi (300 Kg), NPK 15-15-15 Pusri Non-Subsidi (300 Kg), Pupuk Mikro Nutremag (7 Kg) dan Pupuk Hayati Bioripah (7 liter).
 

Sumber: https://sumsel.antaranews.com/berita/575977/pusri-kawal-peningkatan-produktivitas-jagung-melalui-program-makmur

           
Read More
PPID Report Governance Public Info FAQ