HALO PUSRI 0800-12-000-11
Pengendalian Gratifikasi


Dalam tugas menjalankan Perusahaan, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas  operasional Perusahaan yang didasarkan pada prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik / Good Corporate Governance(GCG) yang berlaku di Perusahaan.

 

Salah satu kebijakan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dalam Panduan Etika dan Tata Perilaku (Code of Conduct) adalah larangan mengenai segala macam bentuk penerimaan, penawaran serta pemberian hadiah atau kenikmatan atau manfaat atau hal-hal sejenis yang berkaitan dengan bisnis perusahaan yang mempunyai konflik kepentingan dan adanya unsur fraud (kecurangan).

 

Untuk meningkatkan kelancaran usaha Perusahaan perlu dibangun hubungan yang baik dengan stakeholder melalui pemberian atau  penerimaan kepada atau dari pihak yang bekerja sama dengan Perusahaan dengan memberikan tata cara dan batasan, sehingga tidak bertentangan dengan Code of Conduct.

 

Dalam pelaksanaannya, untuk  menjamin kesesuaian dengan Panduan Etika dan Tata Perilaku (Code of Conduct) Perusahaan dan agar citra PT Pupuk Sriwidjaja Palembang sebagai Perusahaan yang sehat yang berdasarkan pada prinsip prinsip GCG tetap terjaga serta untuk tertib administrasi dan taat atas peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, maka perlu diatur Proses  Pemberian atau penerimaan Hadiah dan Perjamuan (Gratifikasi) sebagai acuan pelaksanaan agar dapat dipertanggung jawabkan secara tepat dan memenuhi azas efektif dan efisien dalam pembiayaannya.

 

MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud

Pengendalian Gratifikasi ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi seluruh insan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dalam pemberian atau penerimaan hadiah serta perjamuan sehingga dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi ketaatannya dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku maupun dari keefektifannya.

Tujuan

  1. Pelaksanaan pemberian atau penerimaan hadiah serta perjamuan dapat terselenggara dengan efektif dan efisien, serta  terkoordinasi untuk menunjang kegiatan bisnis Perusahaan.
  2. Pemberian atau penerimaan hadiah serta perjamuan dapat dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan integritasnya dalam rangka mendukung terwujudnya GCG.

Sasaran

  1. Terselenggaranya pemberian atau penerimaan hadiah secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang?undangan yang berlaku.
  2. Terwujudnya pengelolaan perusahaan yang baik dan citra usaha yang bersih di lingkungan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

 

PENGERTIAN DAN ISTILAH


Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat/potongan harga/discount (potongan harga bukan karena prinsip atau kebijakan penjualan pupuk yang ditetapkan Perusahaan), komisi, pinjaman uang/barang seolah-olah utang pada hal bukan merupakan utang, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas sejenis lainnya, yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri baik dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik ataupun tanpa sarana elektronik.

Hadiah adalah segala macam bentuk penerimaan dan pemberian oleh pejabat atau karyawan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dari dan/atau kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan Perusahaan dengan maksud mempengaruhi keputusan pejabat Perusahaan agar menguntungkan kepentingan si pemberi hadiah; atau diberikan karena adanya hubungan baik, namun tanpa keterikatan/perjanjian antara pejabat atau karyawan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang  dengan pihak di luar perusahaan. Hadiah ini tidak ditujukan untuk mempengaruhi atau merubah keputusan yang akan diambil.

Perjamuan adalah meliputi jamuan yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Sriwidjaja Palembang atau pihak terkait yaitu pelanggan, pemasok atau instansi Pemerintah/Swasta yang mencakup sekaligus mengatur :

  • Jenis
  • Nilai/besaran
  • Frekuensi, dan
  • Batas kewajaran dan kepatutan


Suap adalah segala bentuk pemberian berupa uang, komisi, pinjaman uang/barang seolah-olah utang padahal bukan merupakan utang, fasilitas & apapun yang bernilai manfaat yang diberikan atau dalam harta sebagai bentuk kompensasi secara langsung maupun tidak langsung secara tidak sah, yang berhubungan dengan jabatan penerima, dengan maksud antara lain untuk :

  • Mempengaruhi keputusan pejabat terkait agar menguntungkan pihak pemberi suap.
  • Mendapatkan perlakuan istimewa  atas hubungan dengan pihak lain.
  • Mengajak atau bermufakat untuk berbuat sesuatu yang melanggar atau patut diduga melawan hukum.


Cinderamata adalah segala sesuatu berbentuk barang, diberikan atau diterima karena hubungan dengan keterikatan/perjanjian atau tanpa keterikatan/ perjanjian yang diatur :

  • Jenis
  • Nilai/besaran
  • Frekuensi, dan
  • Batas kewajaran dan kepatutan


Bantuan Fasilitas adalah fasilitas yang disediakan oleh PT Pupuk Sriwidjaja Palembang kepada pihak terkait yang menjadi beban perusahaan karena adanya hubungan kerja saling menguntungkan dengan memenuhi syarat/ketentuan yang berlaku.

Stakeholder adalah pemangku kepentingan terhadap perusahaan antara lain karyawan, pemasok, pelanggan, pemegang saham, pemerintah, dan masyarakat.

KEBIJAKAN

  1. Setiap anggota Direksi, anggota Komisaris dan Karyawan wajib menjaga hubungan baik dengan pihak yang berkepentingan (stakeholder) semata-mata hanya untuk tujuan meningkatkan efektivitas pencapaian sasaran Perusahaan serta membangun citra perusahaan yang sehat dan bersih.
  2. Setiap anggota Direksi, anggota Komisaris dan Karyawan wajib menggunakan hubungan baik tersebut tidak untuk mengambil keuntungan pribadi, melanggar hukum atau perbuatan lainnya yang dapat merugikan kepentingan perusahaan.
  3. Perusahaan perlu untuk mengembangkan dan memelihara hubungan baik dan komunikasi yang efektif dengan setiap Badan Usaha atau Lembaga yang memiliki keterkaitan kegiatan dengan bidang operasi Perusahaan.
  4. Pemberian hadiah, cinderamata dan perjamuan adalah salah satu cara untuk membangun dan memperkuat kerja sama dengan semua pihak yang terkait dengan kegiatan bisnis Perusahaan, sepanjang tidak bertentangan dengan kaidah atau norma yang berlaku umum.
  5. Pemberian hadiah, cinderamata dan perjamuan harus diberikan atau diterima dengan hati-hati untuk menghindari kesalahpahaman yaitu memperhatikan aturan pihak di luar perusahaan boleh atau tidaknya menerima cinderamata dan perjamuan dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.
  6. Pemberian atau penerimaan hadiah, cinderamata dan perjamuan harus memperhatikan hal sebagai berikut:
    1. Tujuan - Pemberian atau penerimaan hadiah, cinderamata dan perjamuan, bertujuan untuk membangun kepentingan bisnis Perusahaan
    2. Nilai dan Frekuensi - Pemberian atau penerimaan hadiah, cinderamata dan perjamuan, dilakukan dengan nilai dan frekuensi yang wajar.
    3. Legalitas - Pemberian atau penerimaan hadiah, cinderamata dan perjamuan, tidak melanggar peraturan yang berlaku di Perusahaan dan perundangan yang berlaku.
    4. Kesesuaian dengan aturan di pihak penerima - Pemberian hadiah, cinderamata dan perjamuan dapat dilakukan sepanjang diperbolehkan oleh instansi/perusahaan/organisasi penerima.
    5. Transparansi dan Akuntabilitas - Pemberian atau penerimaan hadiah, cinderamata atau perjamuan, dilakukan dengan transparan. Disamping itu untuk tertib administrasi yang baik perlu adanya koordinasi yang ditetapkan oleh Direksi tentang penanggung jawab utama pengaturan perjamuan, hadiah dan cinderamata (Mekanisme Satu Pintu) dalam hal :
      • Pengesahan/otorisasi
      • Tanggungjawab/kewenangan
      • Pejabat PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang terlibat sesuai ketentuan.

Kategori Pemberian atau Penerimaan

a. Hadiah

Hadiah yang tidak diperbolehkan sebagai segala macam bentuk penerimaan atau pemberian yaitu :

  1. Hadiah dengan maksud memberi suap kepada pihak eksternal agar menguntungkan kepentingan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang berasal dari Karyawan, Pejabat, Direksi atau Dewan Komisaris PT Pusri Palembang. Hal ini merupakan bentuk pelanggaran Kode Etik / Perilaku PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.
  2. Sebaliknya suap yang berasal dari pihak eksternal kepada Karyawan, Pejabat, Direksi atau Dewan Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja Palembang hingga dapat menguntungkan pihak tersebut serta berpotensi atau patut diduga dapat merugikan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Hal ini merupakan bentuk pelanggaran Kode Etik / Perilaku PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.
  3. Bentuk hadiah dimaksud pada huruf a) diatas meliputi hadiah untuk berlibur atau perjalanan wisata, tawaran pekerjaan, bantuan dana (segala sesuatu yang diterima atau diberikan dalam bentuk uang), tiket pertunjukan hiburan atau olahraga, pinjaman tanpa bunga, rabat/potongan harga (potongan harga bukan karena prinsip  atau kebijakan penjualan pupuk yang ditetapkan Perusahaan), hadiah dari undian atau hadiah kompetisi, souvenir, oleh-oleh (buah tangan), voucher/kupon, saham, dan asuransi pribadi.


Hadiah Yang Diperbolehkan yaitu :

Karena adanya hubungan baik antara PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dengan pihak lain, tanpa keterikatan perjanjian sehingga tidak berdampak merugikan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang atau sebaliknya tidak merugikan pihak lain serta tidak melanggar ketentuan perundang undangan yang berlaku.

Hadiah dimaksud terdiri dari :

  1. Hadiah karena undangan dari lingkungan usaha PT Pupuk Sriwidjaja Palembang di Palembang atau wilayah usaha lainnya seperti perkawinan, sunatan atau hajatan lain dari karyawan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang atau pihak eksternal lainnya yang masih punya kaitan dengan usaha Perusahaan.
  2. Hadiah atau pemberian lainnya terdiri dari :
    • Cinderamata dari pihak lain karena adanya kunjungan Direksi atau kegiatan terkait dengan bisnis PT Pupuk Sriwidjaja Palembang  baik di Palembang atau wilayah lain di dalam negeri
    • Hadiah karena Direksi menyelenggarakan kegiatan Perusahaan atau hajatan keluarga dengan mengundang pihak lain.
  3. Jumlah, besaran dan frekuensi pemberian atau penerimaan hadiah yang diperbolehkan tidak bertentangan dengan ketentuan intern PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan atau ketentuan perundangan yang berlaku.


b. Perjamuan
Perjamuan yang diperkenankan untuk diterima oleh Direksi meliputi jamuan makan atau sejenisnya yang diselenggarakan oleh pihak lain yang tidak ada keterikatan/perjanjian dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang diatur batasan nilai dan frekuensinya.

Perjamuan yang diperkenankan untuk diselenggarakan oleh Direksi ialah sebatas kemampuan Perusahaan dengan tujuan tidak untuk mendapatkan fasilitas/kemudahan tertentu. Perjamuan dimaksud disesuaikan dengan kegiatan  penting yang terkait langsung dengan kebutuhan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang serta harus selektif dalam hal :

  • Pihak yang menerima perjamuan yaitu Instansi Pemerintah Pusat/Daerah baik Sipil maupun Militer serta Instansi Swasta.
  • Kegiatan atau acara yang sepatutnya membutuhkan perjamuan
  • Pejabat berwenang untuk menentukan perjamuan baik jenis perjamuan, frekuensi sesuai otorisasinya.

Perjamuan dapat diselenggarakan di dalam lingkungan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang atau di luar kota Palembang dengan pertimbangan jenis jamuan yang akan diselenggarakan antara lain terdiri dari :

  • Jamuan makan di Jakarta atau kota lain sesuai kebutuhannya
  • Jamuan Olah Raga
  • Jamuan lain sepanjang dalam batas kewajaran dan kepatutan serta tidak bertentangan dengan ketentuan/perundangan yang berlaku.

Biaya terkait dengan perjamuan tersebut di atas ditanggung oleh perusahaan, khusus untuk jamuan di luar lingkungan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan langsung diadakan oleh Direksi dapat dibebankan kepada perusahaan.

c. Cinderamata dan Souvenir
Cinderamata, souvenir atau oleh-oleh dari Direksi yang menjadi beban perusahaan diberikan kepada pihak lain sesuai kebutuhan atas nama Direksi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Pemberian ini tidak ditujukan untuk hal yang bertentangan dengan kode etik/perilaku perusahaan atau ketentuan lainnya. Pemberian dimaksud ialah :

  1. Hadiah karena adanya serah-terima jabatan Pejabat Muspida Tingkat I Provinsi Sumatera Selatan di Palembang yaitu DPRD Tingkat I, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I, Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Tingkat I, Panglima Kodam Sriwidjaja, Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Pengadilan Tinggi atau Kepala Dinas terkait dengan bisnis PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.
  2. Souvenir khas sesuai daerah dimana PT Pupuk Sriwidjaja Palembang beroperasi.
  3. Makanan khas sesuai daerah dimana PT Pupuk Sriwidjaja Palembang beroperasi.
  4. Bentuk lain seperti alat kerja, plakat, lukisan, atau barang cetakan lainnya.


d. Bantuan Fasilitas Lain
Direksi dalam berhubungan dengan Stakeholder yang terkait dengan usaha PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dapat memberikan bantuan dalam bentuk natura atau fasilitas yang tersedia dan menjadi beban perusahaan. Bantuan dimaksud disesuaikan dengan fasilitas yang dimiliki PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan harus selektif dalam hal :

  1. Pihak yang menerima bantuan yaitu Instansi Pemerintah Pusat/Daerah baik Sipil maupun Militer serta Instansi Swasta.
  2. Kegiatan atau acara yang sepatutnya membutuhkan bantuan.
  3. Pejabat berwenang untuk menentukan bantuan baik jenis perjamuan, frekuensi, sesuai otorisasinya.
  4. Jenis bantuan fasilitas dimaksud antara lain ialah :
    • Penginapan atau Wisma di sekitar lokasi pabrik PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang terdiri dari fasilitas kamar, makan dan kebutuhan standar lainnya.
    • Kendaraan operasional sesuai tingkat jabatan tamu Direksi yang bersangkutan baik di Palembang, Jakarta atau kota lain sesuai kebutuhannya.

Nilai dan Frekuensi

a. Hadiah

  1. Nilai hadiah ditetapkan dengan memperhatikan kedudukan penerima dan ditetapkan oleh Direktur Utama.
  2. Frekuensi pemberian hadiah tergantung dari banyaknya peristiwa yang terjadi atau banyaknya undangan Direksi di lingkungan usaha PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Palembang atau Wilayah Usaha lain).
  3. Dalam hal penolakan penerimaan akan menganggu hubungan baik dengan pemberi, maka penerima hadiah harus melaporkan kepada Direktur Pembina yang akan memutuskan hal-hal sebagai berikut :
    • Penerima dapat menerima atau menolak hadiah.
    • Hadiah akan digunakan untuk kepentingan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.
    • Dihibahkan kepada pihak ketiga untuk kepentingan sosial
    • Dilaporkan kepada pihak yang berwenang.
    • Waktu yang berlaku untuk hadiah lainnya sejak hadiah diberikan sampai dengan pelaporan kepada Direksi atau pihak yang berwenang berdasarkan ketetapan ketentuan yang berlaku.

b. Perjamuan Bisnis

  1. Nilai perjamuan bisnis berdasarkan estimasi biaya yang wajar (efisien). Kewajaran besarnya nilai perjamuan memperhatikan kondisi daerah setempat
  2. Frekuensi perjamuan bisnis sesuai kebutuhan perusahaan.
  3. Undangan perjamuan bisnis dari pihak ketiga dapat dihadiri, sepanjang tidak mengikat dan tidak menimbulkan keberpihakan yang merugikan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan mitra bisnis lainnya, dengan frekuensi yang wajar.

c. Cinderamata dan Souvenir

  1. Cinderamata khusus berbentuk liontin atau cincin berlogo PT Pupuk Sriwidjaja Palembang diberikan atas nama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.
  2. Souvenir khas daerah dimana PT Pupuk Sriwidjaja Palembang beroperasi.
  3. Makanan khas daerah dimana PT Pupuk Sriwidjaja Palembang beroperasi.


Pencatatan atas seluruh bentuk pemberian atau penerimaan hadiah dan perjamuan:

  1. Setiap unit kerja diwajibkan untuk memiliki pencatatan tentang kegiatan yang diselenggarakan berkaitan dengan perjamuan bisnis serta pemberian atau penerimaan hadiah.
  2. Pimpinan unit kerja diharuskan melaksanakan supervisi atas pencatatan tersebut di atas.


Persetujuan

Persetujuan atau otorisasi terkait dengan pemberian atau penerimaan hadiah, perjamuan, Souvenir atau fasilitas/bantuan lainnya dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan struktur organisasi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang mulai dari tingkat manager sampai dengan Direksi.


Hal yang perlu untuk dilaporkan

  1. Seluruh pencatatan yang mencakup pemberian ataupun penerimaan hadiah dan perjamuan bisnis (Gratifikasi) wajib dilaporkan oleh Unit Kerja masing-masing kepada Direktur Pembina dan tembusannya kepada SPI (Satuan Pengawasan Intern) dan atau unit kerja terkait.
  2. Jika ada keraguan mengenai Gratifikasi tersebut termasuk kategori Suap atau pun tidak maka penerima hadiah wajib melaporkan hadiah yang diterimanya kepada pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku, sehingga tidak menjadi pelanggaran hukum.

 

 





.