HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

PUSRI Janji Tindak Tegas Kios Yang Jual Pupuk Bersubsidi Diatas HET

12 Januari 2022
KBRN, Mataram : Kepala Kantor Pemasaran Pupuk Sriwijaya (PUSRI) Palembang Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Eman Haris mengancam akan memberhentikan kerjasama dengan kios atau pengecer yang menjual pupuk urea bersubsidi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).
 
Ancaman itu disampaikan Eman Haris saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Rabu (12/1/2022), terkait isue melonjaknya harga pupuk bersubsidi disejumlah daerah di Provinsi NTB, seperti di Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Tengah.
 
Sebelumnya juga beredar pemberitaan tentang keluhan petani dan asosiasi kepala desa terkait dengan mahalnya harga pupuk bersubsidi. Padahal dari regulasi yang ada, pemerintah tidak pernah menaikkan HET pupuk bersubsidi sejak tahun lalu.
 
Menurutnya, HET pupuk urea bersubsidi di NTB tidak pernah mengalami kenaikan dan masih menggunakan harga tahun 2021 yakni sebesar Rp 2.250 perkilogram atau sebesar Rp 112.500 perzak bersisi 50 kilogram.
 
"Kami butuh bukti, dan fungsinya pengawasan ditiap kabupaten itu harus jalan, bukti autentik kami butuhkan. kami akan menindak tegas jika ada kios yang menjual harga diatas regulasi itu," kata Eman.
 
Selain menindak tegas kios Pusri juga akan melakukan evaluasi terhadap distributor yang diketahui melakukan penyimpangan regulasi dalam menyalurkan pupuk urea bersubsidi. Ketegasan itu dalam rangka memberikan efek jera bagi mereka yang diketahui memicu munculnya gejolak harga pupuk bersubsidi.
 
Meski demikian, Eman mengakui sampai saat ini belum mendapatkan bukti resmi adanya permainan harga ditingkat kios/peengecer. Dalam waktu dekat pihaknya juga berjanji akan melakukan pemantauan langsung ketingkat pengecer.
 
"Sebenarnya tingkat pengecer itu bukan menjadi urusan kami, kami cukup sebatas distribusi sesuai dengan kebutuhan. Tapi dengan melihat informasi yang berkembang kami akan turun langsung, jika terbukti kami pecat," tegasnya.
 
"Dilapangan kan ada staf staf kami, jika ada pelanggaran yang ditemukan oleh staf kami akan kami tindaklanjuti," tambah Eman.
 
Pusri juga sudah menjamin ketersediaan stok pupuk tercukupi sesuai dengan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK). Pada januari 2022, alokasi pupuk urea bersubsidi mencapai 34 ribu ton lebih dengan jumlah stok tersedia sebanyak 39 ribu ton.
 
Total kuota pupuk bersusbidi di NTB tahun 2022 sebanyak 186.922 ton. Jumlah tersebut lebih banyak dari alokasi tahun 2021 sebelum di realokasi sebanyak 172.604 ton. Pusri juga menambah 3 distributor baru di NTB menjadi 31 distributor dengan 1.363 pengecer.
 
"Sebenarnya tidak ada alasan bagi kios untuk menaikkan harga pupuk ini. Masih kami dalami juga kenapa soal harga jni mencuat, kami sampai saat ini belum bisa membuktikan kenaikan harga HET itu, kalau ada pihak yang punya data kami terbuka untuk mendiskusikannya," tutup Eman.


Sumber : https://rri.co.id/mataram/daerah/1323281/pusri-janji-tindak-tegas-kios-yang-jual-pupuk-bersubsidi-diatas-het