HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Memasuki Musim Tanam, Direksi Pusri Tinjau Stok Pupuk

02 Oktober 2020
REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Memasuki musim tanam yang dimulai pada awal Oktober hingga Maret mendatang, PT Pusri Palembang--yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero)--memastikan tersedianya stok pupuk sesuai dengan alokasi dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
 
Guna menjamin hal tersebut, Direktur Keuangan dan Umum Pusri, Saifullah Lasindrang meninjau langsung Gudang Penyimpanan Pupuk Pusri yang terletak di Komplek Tanjung Api-Api (1/10), yang didampingi oleh GM Penjualan Produk Komersil, Dhais Ibrahim, Manager Penjualan PSO Wilayah I, Jambak, Branch Manager Penjualan Sumsel, Amani Muthi’ah, Manager Humas, Soerjo Hartono serta manajemen Pusri lainnya.
 
Menghadapi musim tanam ini, Pusri telah siapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 191.362,41 ton untuk urea dan 10.644,50 untuk NPK. Stok tersebut jumlahnya mencukupi kebutuhan hingga 3 bulan ke depan, dari ketentuan yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar 32.389,92 ton urea dan 3.486,00 ton untuk NPK.
 
Selain itu, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani, Pusri juga menyediakan pupuk non subsidi di setiap kios-kios resmi agar petani tetap bisa mendapatkan pupuk.
 
Saifullah mengatakan, meski ditengah pandemi COVID-19 tidak mengganggu proses bisnis Pusri sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Kami telah mewajibkan seluruh distributor dan kios untuk melaksanakan protokol pencegahan penyebaran COVID-19. Selain itu hingga 30 September 2020, kami telah menyalurkan urea subsidi sebesar 868.021,55 ton atau 93 persen dari alokasi yang ditetapkan pemerintah,” ujar Saifullah dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Jumat (2/10).
 
Adapun untuk Provinsi Sumatera Selatan, untuk urea Pusri telah menyalurkan 108.542,85 ton atau 102 persen dari alokasi Permentan dan untuk NPK sebesar 76.159,20 ton atau 107 persen. Sementara untuk stok di seluruh gudang Provinsi Sumsel, stok yang tersedia yaitu sebesar 14.081,90 ton untuk urea bersubsidi dan 7.111,00 untuk NPK bersubsidi.
 
Dalam penyalurannya Pusri berpegang teguh pada Prinsip 6 Tepat, yaitu tepat tempat, tepat harga, tepat jumlah, tepat mutu, tepat jenis dan tepat waktu. Ke-6 prinsip ini berlaku di semua tingkatan jalur distribusi sampai ke tingkat petani.
 
Saifullah juga mengingatkan, untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti menggunakan masker, menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan lainnya.


Sumber :https://republika.co.id/berita/qhjzwm396/memasuki-musim-tanam-direksi-pusri-tinjau-stok-pupuk